Puluhan Rumah di Kukar Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 10 Miliar

Kalimantan Timur

Puluhan Rumah di Kukar Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 10 Miliar

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 06 Okt 2026 19:29 WIB
Kebakaran puluhan rumah di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Kebakaran puluhan rumah di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Foto: Dok. Istimewa
Kutai Kartanegara -

Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan AM Alimudin Gang 1 RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Api diperkirakan menghanguskan 60-80 rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar Fida Hurasani mengatakan petugas awalnya mengerahkan tiga unit mobil pemadam setelah menerima laporan kebakaran pada Senin (5/10) sekitar pukul 17.00 Wita.

"Saat pemadaman kemarin malam, kami awalnya menggunakan tiga mobil pemadam kebakaran setelah mendapatkan informasi awal," kata Fida kepada detikKalimantan, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fida mengatakan ketika petugas tiba di lokasi, api baru menghanguskan satu rumah dan merambat ke satu rumah lainnya. Namun proses pemadaman terkendala ketersediaan air.

"Jadi saat kita melakukan pemadaman itu baru satu rumah yang memang habis terbakar dan satu rumah lainnya baru terdampak. Pas memadamkan kami terkendala air, karena saat pemadaman itu air di tangki mobil tidak mencukupi," jelasnya.

Petugas harus mencari sumber air terdekat untuk mengisi ulang tangki. Sumber air tersebut berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.

"Akhirnya kita ambil dulu air di sumber air terdekat itu jaraknya sekitar 500 meter. Baru kembali lagi ke lokasi kebakaran," jelasnya.

Menurut Fida, kondisi tersebut membuat proses pemadaman semakin sulit. Terlebih, angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain.

"Namun memang karena kendala itu dan kondisi hembusan angin yang cukup kencang, kebakaran hebat tidak bisa dihindari. Jadi saat kami kembali setelah isi air itu api sudah tidak bisa dikendalikan dan merambat ke bangunan lainnya," tuturnya.

Fida menyebut hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang terdampak. Data sementara diperkirakan mencapai 60 hingga 80 rumah.

"Untuk sementara diperkirakan 60 sampai 80 rumah yang terbakar bisa dibilang hampir satu RT yang terdampak. Tapi sampai saat ini kami masih mendata berapa banyak rumah warga yang terdampak kebakaran," ungkapnya.

Selain persoalan air, keterbatasan armada juga menjadi kendala dalam penanganan kebakaran tersebut. Sejumlah unit Damkar Kukar saat kejadian masih dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lain.

"Unit mobil pemadaman kita juga sebagian sedang berfokus melakukan pemadaman karhutla di beberapa wilayah seperti kebakaran lahan di Kecamatan Kota Bangun dan Kecamatan Muara Badak, karena di sana kebakaran lahannya juga sangat hebat," kata Fida.

Kronologi Kebakaran

Berdasarkan laporan Disdamkar Kukar, api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 Wita dari bagian dapur rumah kontrakan bangsalan milik Tamino. Rumah tersebut dihuni Nami yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kue keliling.

Saat kebakaran terjadi, Nami disebut sedang tidak berada di rumah. Warga kemudian melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang menjulang tinggi.

"Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun api dengan cepat membesar sehingga warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran," terangnya.

Tim Damkar Kukar tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WITA dan langsung melakukan pemadaman. Penanganan juga dibantu BPBD Kukar, kepolisian, serta relawan dari sejumlah wilayah di Kukar dan Samarinda.

Sebanyak delapan unit Damkar Kukar dikerahkan ke lokasi. Selain itu, terdapat tiga unit truk BPBD Kukar, satu unit AWC Sat Samapta Polres Kukar, serta sejumlah kendaraan relawan.

Kondisi permukiman yang padat turut membuat api sulit dikendalikan. Mayoritas bangunan rumah di kawasan tersebut disebut berbahan kayu sehingga api cepat merambat.

"Setelah sekitar tiga jam dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan," kata Fida

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun sejumlah warga dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dalam laporan awal, terdapat dugaan kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari rumah kontrakan tersebut.

"Kerugian materi akibat kebakaran sementara ditaksir mencapai sekitar Rp 10 miliar. Pendataan terhadap rumah dan warga terdampak masih dilakukan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads