Tiga bangunan rumah warga hangus dalam insiden kebakaran pada Rabu (23/9/2026) dini hari. Kejadian ini masih menyisakan bara dan panas dari material yang terbakar di lokasi.
Pengamatan di lapangan, kebakaran menyasar kawasan permukiman padat. Titik kebakaran hanya dapat ditempuh berjalan kaki melalui jalan sempit dan menaiki tangga curam menuju permukiman di kawasan berbukit.
Saksi mata bernama Samriah mengaku belum terlelap tidur saat kejadian karena sedang menanti giliran air mengalir. Ia kemudian sempat mendengar dentuman keras sebelum kobaran api membesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih bangun karena nunggu air, kemudian ada suara ledakan keras. Begitu saya cek ke luar rumah, api sudah membesar," ujarnya saat dikonfirmasi.
Salah satu korban terdampak, Ririn (40), menyebut dirinya sedang tidur bersama keluarganya saat kebakaran berlangsung. Ia kemudian terbangun usai mendengar teriakan warga di luar rumah sekitar pukul 02.00 Wita.
"Saya lagi tidur, kemudian dengar tetangga teriak kebakaran. Langsung saya bangunkan ibu dan anak-anak untuk lari keluar," ujarnya.
Ririn bersama keluarga langsung menyelamatkan diri tanpa membawa barang dari dalam rumah. Meski begitu, seluruh anggota keluarga selamat dari kejadian tersebut.
"Saking paniknya, barang dan dokumen berharga sama sekali tidak sempat diselamatkan. Tapi alhamdulillah keluarga selamat semua," ucapnya.
Meski tidak memakan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Total keseluruhan ada 21 jiwa yang terdampak. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Sebagian petugas turut melakukan evakuasi puing sisa bangunan yang sudah hangus terbakar.
