Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, tak hanya mengancam lingkungan dan mengganggu aktivitas warga. Enam petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api dilaporkan tumbang hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Enam orang tersebut kini menjalani perawatan di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Mereka mengalami kondisi kesehatan setelah terlibat langsung dalam penanganan karhutla di sejumlah titik wilayah Kobar.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachruddin, membenarkan adanya enam petugas dan relawan karhutla yang mendapat penanganan medis. Sebagian dari mereka bahkan harus menjalani rawat inap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, sampai sekarang ada sekitar enam orang sejak karhutla," kata Fachruddin, Selasa (6/10/2026).
Para petugas dan relawan tersebut sebelumnya berada di lapangan untuk melakukan pemadaman karhutla. Mereka bekerja dalam kondisi yang cukup berat dengan paparan asap dari kebakaran serta aktivitas fisik selama proses penanganan api.
"Kondisi tersebut membuat petugas harus mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Hingga Selasa, mereka masih menjalani rawat inap di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," katanya.
Karhutla diketahui terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Kondisi di lapangan membuat petugas dan relawan harus terus dikerahkan untuk mencegah api meluas dan menangani titik-titik kebakaran.
Selain menghadapi api dan panas, petugas juga berhadapan dengan kabut asap yang muncul dari kebakaran. Paparan asap menjadi salah satu kondisi yang harus dihadapi selama proses pemadaman berlangsung.
Di tengah upaya pemadaman tersebut, kondisi kesehatan personel menjadi perhatian. Petugas yang berada di lapangan harus menjaga kondisi fisik karena pekerjaan pemadaman membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.
Enam petugas dan relawan yang masuk rumah sakit menjadi gambaran beratnya tugas di lapangan saat karhutla terjadi. Mereka membutuhkan penanganan setelah mengalami gangguan kondisi tubuh ketika terlibat dalam pemadaman.
Fachruddin mengatakan para petugas yang mendapat perawatan tersebut masih menjalani rawat inap. Pihak rumah sakit menangani kondisi mereka sesuai kebutuhan medis masing-masing.
Penanganan karhutla pun terus dilakukan di sejumlah lokasi di Kobar. Petugas gabungan dan relawan masih menjadi bagian penting dalam upaya memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
"Dengan enam petugas dan relawan yang harus dirawat, keselamatan personel menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Upaya memadamkan api perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kesehatan mereka yang berada di garis depan," pungkasnya.
