Dua Badak Way Kambas Bunting, Populasinya Masih Kritis

Nasional

Dua Badak Way Kambas Bunting, Populasinya Masih Kritis

Femi Diah - detikKalimantan
Selasa, 06 Okt 2026 17:31 WIB
Badak Sumatera di SRS TN Way Kambas yang Terancam Punah
Badak Way Kambas. Foto: Tommy Saputra
Jakarta -

Dua badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung bernama Ratu dan Delilah tengah bunting. Hal tersebut merupakan kabar baik di tengah kondisi populasi badak endemik Indonesia yang terancam punah.

Dikutip detikTravel, keduanya terus dipantau intensif untuk menyambut kelahiran calon anak mereka. Ratu saat ini mengandung calon anak keempat dari pejantan Andalas. Per 3 Oktober 2026, usia kebuntingannya sudah mencapai 238 hari atau sekitar 7,9 bulan.

Sementara itu, Delilah tengah mengandung calon anak keduanya dari pejantan Harapan. Usia kebuntingannya tercatat 251 hari atau sekitar 8,3 bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan Ahmad Munawir menyebut kebuntingan keduanya sebagai perkembangan penting bagi upaya konservasi badak sumatera.

"Kehamilan dua bayi badak sumatera ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa kebuntingan kedua induk badak tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mempertahankan keberlangsungan populasi badak sumatera melalui pengembangbiakan yang terencana, pengelolaan kesehatan reproduksi, serta pemantauan individu secara intensif," ujar Ahmad dikutip dari situs resmi Kemenhut, Selasa (6/10/2026).

Ada yang Hidup di Kalimantan

Ratu dan Delilah merupakan bagian dari program pengembangbiakan badak sumatera di SRS TN Way Kambas oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Way Kambas bersama Yayasan Badak Indonesia (YABI). Sudah ada lima badak sumatera yang lahir melalui program tersebut.

SRS merupakan fasilitas pengembangbiakan semi-in-situ. Badak ditempatkan di habitat yang mendekati kondisi alaminya dengan interaksi manusia seminimal mungkin, tetapi tetap mendapat perawatan medis dan pemantauan reproduksi.

Jumlah spesies satwa tersebut di alam diperkirakan tidak lebih dari 80 ekor. Populasinya hanya tersisa di Indonesia, di antaranya di Ekosistem Gunung Leuser, TN Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Selain itu ada badak kalimantan yang merupakan subspesies dari badak sumatera. Badak ini hanya tersisa dua ekor di Kalimantan Timur. Keduanya adalah badak betina,

Badak sumatera memiliki masa kebuntingan yang cukup panjang, sekitar 15-16 bulan. Setelah lahir, anak badak juga masih membutuhkan waktu hingga sekitar dua tahun sebelum disapih.

Karena itu, setiap kebuntingan menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan populasi sekaligus menjaga keragaman genetik badak sumatera dalam jangka panjang.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads