Warga Kotawaringin Barat (Kobar) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla. Dalam tiga hari terakhir, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di wilayah tersebut terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga mencapai level berbahaya.
Forecaster Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairi, mengatakan konsentrasi PM2.5 sempat menembus lebih dari 250,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
"Selama tiga hari terakhir, kualitas udara yang diukur melalui konsentrasi PM2.5 menunjukkan kondisi yang cenderung tidak sehat, bahkan pada beberapa waktu pengamatan telah mencapai kategori berbahaya," kata Afif, Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya konsentrasi PM2.5 terjadi ketika asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kobar. Kondisi ini berpotensi bertahan apabila kebakaran masih terjadi dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.
"Dampak asap juga terlihat dari menurunnya jarak pandang. Afif menyebut jarak pandang cenderung memburuk terutama pada pagi hari dan menjelang sore saat konsentrasi asap meningkat," ujarnya.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga perlu diwaspadai karena tingginya PM2.5 menunjukkan semakin buruknya kualitas udara yang dihirup warga.
"Gangguan akibat asap juga berpotensi dirasakan sektor transportasi udara. Jarak pandang yang menurun menjadi perhatian, khususnya bagi aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun," katanya.
Meski hingga saat ini penerbangan dari dan menuju Kobar masih berlangsung, kondisi asap di sekitar bandara tetap berpotensi memicu gangguan operasional, termasuk keterlambatan penerbangan.
"Untuk penerbangan dari dan menuju Kotawaringin Barat, hingga saat ini masih terdapat penerbangan yang beroperasi. Namun, kondisi asap di sekitar Bandara Iskandar dapat berpotensi menyebabkan gangguan operasional," ujar Afif.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat asap kembali menebal dan jarak pandang menurun.
Sementara itu, kondisi gelombang laut di wilayah perairan Kalimantan Tengah dalam dua hari ke depan diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang sempat menembus lebih dari 250 µg/m³, kondisi udara Kobar menjadi perhatian di tengah masih berlangsungnya karhutla.
"Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi asap dan mengikuti informasi resmi BMKG terkait kualitas udara, jarak pandang, serta cuaca," pungkasnya.
