Sempat Terganggu Kabut Asap, Bandara Iskandar Kembali Beroperasi Normal

Kalimantan Tengah

Sempat Terganggu Kabut Asap, Bandara Iskandar Kembali Beroperasi Normal

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 19:00 WIB
Suasana Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Jumat (2/10/2026).
Suasana Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Jumat (2/10/2026). Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali normal pada Jumat (2/10/2026). Sehari sebelumnya, sejumlah penerbangan sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi kabut asap.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan kondisi penerbangan pada Jumat berjalan normal dan tidak mengalami gangguan berarti.

"Hari ini penerbangan kembali normal," kata Asri Alie, Jumat (2/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pada Kamis (1/10), kondisi kabut asap sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Asri mengatakan pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Untuk kondisi cuaca setiap hari kami menerima informasi BMKG dari pagi hingga sore," ujarnya.

Menurutnya, kondisi cuaca pada Jumat (2/10) relatif lebih cerah dibandingkan sehari sebelumnya. Kondisi tersebut turut mendukung kembali normalnya aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar.

"Alhamdulillah, cuaca hari ini lumayan cerah. Kami berharap perjalanan penerbangan lancar dan tidak ada lagi kabut asap yang mengganggu penerbangan," katanya.

Pantauan di Bandara Iskandar, aktivitas penumpang dan penerbangan berlangsung normal. Sejumlah calon penumpang terlihat melakukan aktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti.

Salah seorang warga Pangkalan Bun, Eko Sumarto, datang ke bandara untuk menjemput kerabat. Dia mengatakan penerbangan yang ditunggunya berjalan lancar.

"Hari ini saya menjemput kerabat dan penerbangannya lancar," kata Eko.

Namun, Eko menilai gangguan penerbangan akibat kabut asap dapat berdampak cukup besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada mobilitas melalui jalur udara.

"Kalau sampai tertunda karena kabut asap, bisa lumpuh kerjaan saya. Mungkin bukan saya saja, hampir semua pengusaha," ujarnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads