Keluarga Ediyanto Wong meminta pihak rumah sakit terbuka. Ediyanto merupakan pasien yang menjalani tindakan medis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang berujung kawat tertinggal di jantung.
Kuasa hukum keluarga Ediyanto, Andy Akbar, mengatakan selama ini pihak keluarga mengetahui kawat yang tertinggal di tubuh pasien hanya berukuran sekitar 2 sentimeter. Namun, terungkap fakta baru setelah Ediyanto menjalani operasi besar di Singapura.
"Pihak keluarga butuh kejujuran dari Rumah Sakit AWS dan (dokter) MF. Kenapa kita selama ini tahunya 2 cm. Tapi ternyata per kemarin 30 September, Pak Edi itu operasi terakhir, kemudian kemarin ditemukan fakta bahwa ternyata ada 21, tidak hanya 2 cm," kata Andy, Jumat (2/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andy, informasi tersebut penting untuk menentukan penanganan medis terhadap Ediyanto. Karena itu, keluarga meminta RSUD AWS maupun dokter MF memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi sebenarnya.
"Karena demi kepentingan tindakan medis untuk menilai yang diperlukan itu apa agar tepat penanganannya, maka kami meminta juga sebenarnya dari RSUD AWS dan juga dr. MF untuk jelas, jujur menerangkan kira-kira terjadi itu apa sebenarnya," ujarnya.
Ia menyebut informasi mengenai kawat sepanjang 21 cm baru terungkap setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim, pihak keluarga maupun forum rapat disebut masih berpatokan pada informasi adanya kawat sepanjang 2 cm.
"Karena kan selama ini kita tahunya 2 cm. Sampai kita akhirnya RDP, kita tahu kawat itu 2 cm. Namun hari ini keluarga baru tahu kawat itu sebenarnya 21 cm," ungkapnya.
Andy menyayangkan tidak adanya penjelasan lebih lanjut dari rumah sakit, bahwa ukuran 2 cm yang disebut sebelumnya ternyata hanya bagian ujung kawat yang terlihat. "Tidak ada penjelasan lebih lanjut," jelas Andy.
Atas temuan tersebut, pihak keluarga meminta adanya keterbukaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat tindakan medis terhadap Ediyanto dilakukan di RSUD AWS. Ia menegaskan keluarga pasien tidak ingin ada informasi yang ditutup-tutupi terkait keberadaan kawat tersebut. Menurutnya, kejelasan mengenai kondisi pasien dibutuhkan terutama untuk menentukan langkah medis selanjutnya.
"Jangan ada yang ditutup-tutupi, apa yang terjadi sebenarnya di ruang operasi pada saat itu," pungkasnya.
