Jembatan Putus Hambat Pemadaman Karhutla Banturung, Ekskavator Dikerahkan

Jembatan Putus Hambat Pemadaman Karhutla Banturung, Ekskavator Dikerahkan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 10:18 WIB
Pemadaman Karhutla Banturung
Pemadaman Karhutla Banturung/Foto: Istimewa
Palangka Raya -

Penanganan karhutla di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, masih terus dilakukan. Sejumlah titik api mulai terkendali, dan petugas fokus melakukan pembasahan untuk mencegah bara di lahan gambut kembali memicu kebakaran.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Andiyatna mengatakan salah satu kendala dalam proses pemadaman adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Jarak titik api yang cukup jauh diperparah dengan kondisi jembatan menuju lokasi yang putus.

"Kita pemadaman di Banturung. Sekarang kondisinya sebagian sudah padam, tinggal pembasahan bara gambut," kata Andiyatna, Jumat (2/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut membuat mobil pemadam dan kendaraan roda empat kesulitan menjangkau sejumlah titik. Petugas akhirnya membutuhkan dukungan alat berat untuk membuka kembali akses yang dapat dilalui kendaraan.

Andiyatna mengatakan, pihaknya meminta bantuan ekskavator dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palangka Raya. Alat berat tersebut digunakan untuk memperlancar akses menuju lokasi kebakaran.

"Membuat jembatan atau akses jalan ke titik api, supaya tim bisa menggunakan kendaraan roda empat masuk ke dalam titik api, sehingga pemadamannya berjalan optimal," ujarnya.

Menurut Andiyatna, persoalan akses bukan hanya berdampak terhadap mobilisasi armada pemadam. Pengiriman logistik, peralatan, hingga kebutuhan personel di lapangan juga menjadi lebih sulit ketika titik api hanya dapat dijangkau menggunakan sepeda motor.

"Dalam pemadaman kita inginnya berjalan optimal. Karena aksesnya jauh dan banyak titik, kemudian kita menemukan akses ke sana jembatannya putus. Kita harus buat jembatan, makanya kita pinjam alat berat ke Perkim," katanya.

Selain memperbaiki akses, petugas juga berupaya memastikan ketersediaan air di sekitar lokasi. Salah satunya dengan membuat sumur bor untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan lahan gambut.

"Kita juga buat sumur bor di dalam. Kita selalu berupaya untuk membuat akses kalau memang di sana kurang air, kita buat sumur bor, kurang akses jalan kita buat jalan," tegas Andiyatna.

Kepala Disperkimtan Kota Palangka Raya, Sumarsono membenarkan pihaknya mengerahkan alat berat untuk membantu penanganan karhutla di Banturung. Menurutnya, pekerjaan tersebut dilakukan berdasarkan arahan pengendali lapangan dari Polri dan BKSDA.

"Iya benar. Dari Perkimtan diperbantukan ke Polri. Kami hanya mengikuti arahan pengendali dari pihak Polri dan BKSDA," kata Sumarsono.

Sumarsono menegaskan alat berat tidak digunakan untuk membuka jalan baru. Ekskavator dikerahkan untuk membersihkan semak belukar pada jalur yang sebelumnya sudah tersedia, tetapi lama tidak dilalui kendaraan roda empat.

"Kita membuat jalan untuk memperlancar akses sarana dan personel pemadaman. Jalan-jalan tersebut memang bukan jalan baru," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads