Hotspot dan Karhutla di Kalteng Turun, tapi...

Hotspot dan Karhutla di Kalteng Turun, tapi...

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 30 Sep 2026 18:31 WIB
fire png burning flame Isolated on a black background
Ilustrasi api/Foto: Getty Images/wirot pathi
Palangka Raya -

Penurunan jumlah titik panas dan kejadian karhutla di Kalimantan Tengah belum menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Kondisi bahan bakar di permukaan justru semakin kering sehingga potensi kebakaran baru masih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan, kondisi tersebut terlihat dari meluasnya zona merah pada peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC).

"Berdasarkan analisis parameter cuaca BMKG pada Selasa (29/9/2026) dan Rabu (30/9/2026) hampir seluruh wilayah Kalteng masuk kategori sangat tinggi atau sangat mudah terbakar," katanya, Rabu (30/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zona yang masih relatif aman hanya tersisa di sebagian kecil wilayah, terutama kawasan utara. Kondisi ini berbeda dibanding dua hari sebelumnya ketika wilayah utara Kalteng masih lebih banyak berada di zona aman.

FFMC menggambarkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar, seperti alang-alang dan dedaunan di permukaan hutan. Ketika masuk zona merah, bahan bakar tersebut berada dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar.

"Meski jumlah kejadian dan luas karhutla harian menurun, kita tetap harus waspada. Kondisi bahan bakar yang sangat kering membuat api dapat dengan cepat menjalar apabila muncul titik api baru," kata Ahmad Toyib.

Data BPBPK Kalteng per 29 September 2026 mencatat 2.393 titik panas dalam 24 jam terakhir. Pada periode yang sama terjadi 65 karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 86,31 hektare.

Angka tersebut memang menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, kondisi cuaca dan tingkat kekeringan bahan bakar membuat risiko munculnya kebakaran baru tetap perlu diantisipasi.

"Selain ancaman api, asap karhutla juga berdampak terhadap jarak pandang. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang di Palangka Raya hanya sekitar 0,2 kilometer," ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di sejumlah daerah lain. Jarak pandang di Sampit dan Muara Teweh masing-masing tercatat 0,7 kilometer, sedangkan Pangkalan Bun dan Buntok sekitar 1,3 kilometer. Seluruh titik pemantauan BMKG melaporkan kondisi cuaca berasap.

"Di tengah kondisi tersebut, masih terdapat peluang hujan di sejumlah wilayah Kalteng. BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada 29 September hingga 1 Oktober 2026," katanya.

Potensi cuaca tersebut mencakup Kotawaringin Barat bagian utara, Lamandau, Kotawaringin Timur bagian utara, Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas bagian utara, Murung Raya, Kapuas bagian tengah, Barito Utara, dan Barito Selatan.

"Namun, kondisi diperkirakan kembali lebih kering setelah periode tersebut. Untuk 2-5 Oktober 2026, BMKG memprakirakan tidak ada wilayah Kalteng yang berpotensi mengalami hujan," ujarnya.

Ahmad Toyib mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kondisi bahan bakar yang sangat kering dikhawatirkan membuat api sulit dikendalikan dan cepat meluas. Masyarakat juga diminta tetap mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama hujan lokal berdurasi singkat dan angin kencang.

"Jangan lengah meskipun angka kejadian karhutla harian menurun. Kondisi FFMC yang semakin meluas ke zona merah menunjukkan potensi kebakaran masih tinggi," ujarnya.

BPBPK bersama Satgas Gabungan juga meminta setiap kejadian karhutla segera dilaporkan kepada petugas atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads