Honor 119 Relawan Karhutla Palangka Raya Belum Cair, Begini Kata BPBD

Kalimantan Tengah

Honor 119 Relawan Karhutla Palangka Raya Belum Cair, Begini Kata BPBD

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 25 Sep 2026 16:10 WIB
Api membakar lahan di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (31/8/2023). Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, dari Januari hingga Agustus 2023 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut sebanyak 202 kali dengan luas total hutan dan lahan yang terbakar mencapai 153,05 hektare. ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Relawan karhutla di Palangka Raya. Foto: Antara Foto/Auliya Rahman
Palangka Raya -

Sebanyak 119 relawan yang terlibat dalam Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Palangka Raya masih menunggu pembayaran honor tahap berikutnya. Meski demikian, anggaran untuk honor tersebut disebut telah tersedia dalam APBD Perubahan.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan para relawan sebelumnya telah menerima honor untuk tahap pertama. Sementara pembayaran tahap selanjutnya masih menunggu mekanisme pencairan.

"Tadi sudah jelas, untuk penanganan itu, untuk pembayaran itu sudah tersedia di perubahan," kata Hendrikus, Jumat (25/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jumlah personel yang terlibat dalam Satgas Karhutla cukup besar. Di luar unsur TNI dan Polri, terdapat sekitar 360 personel yang dikerahkan dalam penanganan karhutla, termasuk 119 relawan.

Seiring perkembangan penanganan karhutla, jumlah personel mengalami penyesuaian. Namun, kebutuhan tenaga di lapangan tetap dipenuhi melalui Satgas Penanganan Karhutla Provinsi.

Hendrikus menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan administrasi pembayaran honor membuat relawan yang masih bertugas kehilangan dukungan operasional.

"Jadi tidak ada relawan yang ingin kerja tapi tidak mendapatkan fasilitas," tegasnya.

BPBD tetap memastikan kebutuhan dasar personel terpenuhi selama menjalankan tugas. Salah satunya dengan menyediakan bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang mobilitas relawan menuju lokasi kebakaran.

"Selain BBM, kebutuhan makan personel juga disiapkan selama pelaksanaan operasi. Dukungan serupa diberikan kepada tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan karhutla," katanya.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para personel juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka cukup siap menghadapi aktivitas penanganan karhutla yang membutuhkan tenaga fisik.

Hendrikus menilai keberadaan relawan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Palangka Raya. Ia mengapresiasi kontribusi para relawan yang bersedia turun langsung membantu pemadaman dan penanganan kebakaran.

"Sekecil apa pun yang dilakukan mereka, tentunya akan memberikan kontribusi yang besar untuk penanganan," pungkasnya.

(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads