Kalimantan Selatan Catat 18 Kasus 'Super Flu' Sejak Awal Tahun

Kalimantan Selatan Catat 18 Kasus 'Super Flu' Sejak Awal Tahun

Suci Risanti Rahmadania - detikKalimantan
Rabu, 23 Sep 2026 19:30 WIB
Virus Tidak Termasuk Makhluk Hidup
Ilustrasi virus. Foto: kjpargeter/Freepik
Balikpapan -

Sejak Januari 2026, sebanyak 13 provinsi di Indonesia mencatat sejumlah kasus influenza A(H3N2) subclade K yang populer disebut sebagai 'Super Flu'. Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, sama halnya dengan Jawa Timur.

"Yang digunakan istilahnya Influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dikutip dari detikHealth.

Data tersebut tercantum dalam Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 per 19 September 2026 atau Minggu ke-37. Adapun kelompok tertentu diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami keparahan ketika terinfeksi influenza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026:

Kalimantan Selatan: 18 kasus
Jawa Timur: 18 kasus
Jawa Barat: 12 kasus
DKI Jakarta: 11 kasus
Sumatera Selatan: 5 kasus
Sumatera Utara: 3 kasus
Bali: 2 kasus
Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
Sulawesi Utara: 1 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Sulawesi Selatan: 1 kasus
DI Yogyakarta: 1 kasus

Sementara itu Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp A, Subsp Respi(K), beberapa waktu lalu mengatakan, influenza A, termasuk H3N2 dan subclade K, dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat pada kelompok berisiko tinggi.

"Kelompok risiko tinggi kalau dari segi usia, kelompok risiko tinggi ada dua, yang pertama adalah balita, kemudian lansia, itu adalah kelompok risiko tinggi kalau terkena infeksi influenza, dia bisa menimbulkan keparahan yang lebih tinggi daripada kelompok pasien yang lain," ujar dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring, Senin (29/12/2025).

Selain faktor usia, risiko lebih tinggi juga terdapat pada orang dengan penyakit penyerta atau kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Kelompok ini antara lain pasien dengan penyakit jantung, kanker, HIV, serta orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun, termasuk untuk kondisi autoimun.

"Imunisasi influenza masih bisa menurunkan penularan dan keparahan, jadi belum ada bukti bahwa, Subclade K ini kebal atau tidak mempan atau tetap menginfeksi pada orang-orang yang sudah diimunisasi," tandasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads