Karhutla Kaltim Terus Meluas, 2.505 Hektare Area Terbakar Selama September

Karhutla Kaltim Terus Meluas, 2.505 Hektare Area Terbakar Selama September

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 22 Sep 2026 15:40 WIB
Karhutla di Kaltim
Karhutla di Kaltim. Foto: Istimewa
Samarinda -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meluas sepanjang September 2026. Hingga 21 September, luas lahan terbakar sudah mencapai 2.505,49 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kaltim, luas karhutla Januari-Agustus mencapai 3.828,11 hektare. Sementara pada September hingga 21 September, luas terbakar telah mencapai 2.505,49 hektare atau sekitar 65 persen dari luasan Januari-Agustus.

"Kalau kita lihat di bulan Januari sampai dengan Agustus sudah mencapai 3.828. Sementara bulan September sampai dengan tanggal 21 ini sudah 2.500 hektar yang terbakar," kata Buyung saat konferensi pers di Posko Siaga Bencana Karhutla dan Kekeringan BPBD Kaltim, Selasa (22/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan.Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan

Meski begitu, Buyung mengatakan luasan tersebut merupakan data sementara yang masih terus diperbarui. Sebab, masih ada laporan kejadian dari sejumlah kabupaten dan kota yang belum masuk dalam rekapitulasi.

"Data ini masih sementara, karena setiap hari kami update," katanya.

Buyung mengatakan kondisi kemarau panjang membuat vegetasi menjadi kering dan lebih mudah terbakar. Situasi itu kemudian meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah.

"Jadi vegetasi di bawah ini sangat kering sehingga sangat-sangat mudah terbakar. Nah, sehingga efek daripada kekeringan itu akan muncul gampangnya atau mudahnya terbakarnya lahan," ujarnya.

Lebih jauh, data BPBD juga menunjukkan luasan karhutla pada September ini, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan luasan terbakar terbesar, yakni 596,22 hektare. Kemudian disusul Paser 551,30 hektare dan Berau 412,17 hektare.

"Sementara secara akumulatif hingga 21 September, Kutai Kartanegara mencatat luas karhutla terbesar. Karena memang secara wilayah, Kutai Kartanegara juga luas," jelasnya.

Buyung mengingatkan kondisi tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan data dari daerah. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya dapat meluas ke wilayah lain.

"Untuk itu, kami imbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Karena dampaknya tidak hanya di satu daerah, tapi juga meluar ke daerah lain," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads