Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas mencatat jumlah titik panas atau hotspot secara kumulatif telah mencapai 25.109 titik sejak Januari hingga 21 September 2026. Pada 20 September 2026, dalam sehari terdeteksi sebanyak 790 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S Pandingan mengatakan sebaran hotspot tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan untuk meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran di lapangan.
"Pada 21 September 2026, tercatat 790 titik panas, dengan tingkat kepercayaan tinggi dan sedang tersebar di berbagai kecamatan," kata Pangeran di Kapuas, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sejumlah kecamatan, Mantangai menjadi wilayah dengan temuan hotspot terbanyak. Setelah itu disusul Kecamatan Kapuas Tengah, Timpah, dan Dadahup.
BPBD Kapuas bersama tim gabungan terus bergerak melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap lokasi yang ditemukan mengalami kebakaran. Namun, upaya pemadaman tidak selalu berjalan mudah.
"Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air. Sejumlah sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan upaya lebih besar,@ ujarnya.
Akses menuju titik api juga menjadi persoalan. Kondisi medan membuat kendaraan tidak dapat menjangkau seluruh lokasi sehingga petugas di beberapa titik harus berjalan kaki untuk mencapai area yang terbakar.
"Selain sumber air yang jauh, akses menuju lokasi juga sulit. Beberapa titik hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki," ujarnya.
Situasi semakin menantang karena keterbatasan selang pemadam dan menurunnya jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut membuat proses penanganan kebakaran harus dilakukan secara ekstra hati-hati.
BPBD Kapuas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Laporan kebakaran dapat disampaikan melalui Call Center Posko BPBD Kapuas di nomor 0812-5563-5310 atau 0897-8391-386.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersinergi bersama pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla di Kapuas demi keselamatan dan kenyamanan bersama," pungkasnya.
