Ciri-ciri Influenza A, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 18 Sep 2026 21:31 WIB
Foto: Ilustrasi menderita Influenza A (Gemini AI)
Balikpapan -

Influenza A saat ini banyak terdeteksi dalam pemantauan kasus influenza di Indonesia. Dampaknya yang lebih berat daripada influenza biasa, membuat virus ini semakin diwaspadai penyebarannya.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan hingga 12 September 2026, dari 175 sampel yang diperiksa pada minggu ke-35, ditemukan 66 kasus influenza positif. Sebanyak 63 kasus merupakan influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus A(H3N2), dan satu kasus influenza B/Victoria.

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini terdiri dari empat tipe, yakni influenza A, B, C, dan D.

Influenza A dan B terkenal karena menyebabkan influenza musiman. Bedanya, influenza A dibagi lagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan protein permukaan virus, terutama hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N).

Di negara tropis seperti Indonesia, influenza bisa menyerang sepanjang tahun. Pola peningkatannya juga tidak selalu sama setiap tahunnya.

Ciri-ciri dan Gejala Influenza A

Salah satu ciri Influenza A adalah gejalanya muncul secara tiba-tiba, beda dengan infeksi saluran pernapasan lain yang berkembang perlahan. Dijelaskan Kemenkes, masa inkubasi influenza umumnya sekitar 1-4 hari setelah terinfeksi, dengan rata-rata sekitar dua hari. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam yang muncul tiba-tiba
  • Batuk kering
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Tubuh terasa lemas atau sangat tidak enak badan
  • Menggigil dan kelelahan

Pada anak-anak, influeza bisa menyebabkan muntah atau diare. Durasi batuk juga lebih lama, bisa dua minggu atau lebih walaupun gejala lainnya sudah membaik.

Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Salah satu metode yang digunakan adalah reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan sampel swab saluran pernapasan atau darah.

Jika tidak ditangani, influenza bisa memunculkan gejala yang berat, terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Kelompok ini di antaranya:

  • Ibu hamil
  • Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 5 tahun
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas
  • Orang dengan penyakit kronis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung atau penyakit paru
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Tenaga kesehatan dan orang lain yang memiliki risiko paparan lebih tinggi.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork