Donor darah punya banyak manfaat baik bagi kesehatan, bukan hanya mulia karena setetes darah dapat membantu hidup orang lain. Berbagai manfaat kesehatan bisa diperoleh dari donor darah, seperti menjaga kesehatan jantung.
Sekarang donor darah juga mudah dilakukan di mana saja. Detikers bisa melakukan donor darah di Unit Donor Darah (UDD) atau kantor PMI di daerah masing-masing. Tak jarang PMI biasanya menggelar donor darah keliling di berbagai lokasi.
Darah yang didonasikan tidak selalu diberikan dalam bentuk darah utuh. Komponen darah akan dipisahkan menjadi sel darah merah, trombosit, dan plasma sehingga pemanfaatannya bergantung pada kebutuhan pasien yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO menyebut satu kali donasi darah dapat membantu menyelamatkan hingga tiga nyawa. Lalu apa saja manfaat donor darah bagi kesehatan tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.
Manfaat Donor Darah Bagi Tubuh:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Salah satu manfaat donor darah yang dijelaskan oleh Kemenkes adalah membantu menjaga kesehatan jantung. Donor darah jika dilakukan rutin dapat membantu mengurangi kekentalan darah.
Melalui laman resminya, Kemenkes menjelaskan bahwa kekentalan darah merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun tentunya seseorang tetap perlu menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
2. Membantu Mengontrol Kadar Kolesterol
Selain membantu menjaga kesehatan jantung, donor darah juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kondisi kadar kolesterol yang lebih terkontrol bisa membantu mengurangi risiko penumpukan plak pada pembuluh darah atau aterosklerosis. Yang perlu diketahui, donor darah tidak dapat menggantikan pola hidup sehat atau terapi maupun obat yang diberikan dokter untuk pengidap kolesterol tinggi.
3. Merangsang Pembentukan Sel Darah Merah Baru
Setelah sebagian darah dikeluarkan saat donor, tubuh akan membentuk sel-sel darah baru untuk menggantikan darah yang hilang. Proses tubuh kehilangan banyak darah ketika donor ini akan merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah baru. Sel darah merah perannya penting dalam membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh.
Karena itu, pendonor tetap harus memastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum mendonorkan darah. Asupan makanan bergizi, terutama yang mengandung zat besi, serta cukup minum dan istirahat sebaiknya dipenuhi sebelum donor darah.
4. Skrining Kesehatan Rutin
Keuntungan lainnya dari rutin donor darah adalah mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Sebelum darah diambil, calon pendonor harus menjalani pemeriksaan untuk memastikan dirinya memenuhi syarat donor.
Pemeriksaan itu biasanya mencakup tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin, dan tes golongan darah. Setelah donor, darah juga akan diambil beberapa mililiter untuk dilakukan pengecekan penyakit tertentu agar dipastikan apakah darah yang akan didonorkan bebas dari penyakit menular seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C dan malaria.
Tentunya pemeriksaan baik sebelum maupun setelah donor bukanlah pengganti medical ckeck-up. Hasil skrining akan menjadi dasar pertimbangan apakah darah yang diterima UDD layak untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.
5. Membantu hingga Tiga Nyawa
Salah satu alasan kenapa donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan adalah karena satu kali donasi, detikes bisa membantu atau menyelamatkan hingga tiga orang pasien. Darah yang dikoleksi akan dipreparasi dan dipisahkan menjadi beberapa komponen, sebagai contoh sel darah putih, trombosit, dan plasma darah.
Darah juga dibutuhkan dalam berbagai kondisi, mulai dari korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi, penderita talasemia, dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu yang membutuhkan transfusi berulang. Pendonor darah juga dibutuhkan terus-menerus karena darah hanya berasal dari pendonor manusia.
Kebutuhan Darah di Indonesia
Melihat kebutuhan darah di Indonesia membuat kegiatan donor darah menjadi sangat penting. Kemenkes menyebut kebutuhan darah ideal Indonesia mencapai sekitar 5,6 juta kantong per tahun berdasarkan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan standar kebutuhan sekitar 2 persen populasi.
Di tahun 2025, ketersediaannya baru mencapai sekitar 4,4 juta kantong, sehingga masih ada kesenjangan yang belum terpenuhi. Karena darah hanya bisa diperoleh dari manusia, maka ketersediaannya sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk menjadi pendonor.
Oleh karena itu, yuk, donorkan darah jika memungkinkan karena satu kantong darah mungkin hanya berasal dari satu orang, tapi manfaatnya menjangkau hingga tiga kehidupan.
