Pesan Terakhir dari Pasutri Samuda, Kasih Tahu Saat Kapal Virgo Mulai Miring

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 16 Sep 2026 19:30 WIB
Helianto (55) dan Novika Liana (43), penumpang KM Virgo Transport 8/Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Kabar dua warga Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Helianto (55) dan Novika Liana (43), hingga kini masih dinantikan keluarganya. Mereka menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Pasutri tersebut merupakan keluarga anggota DPRD Kotim, Wahito Fajriannoor. Sejak kapal dilaporkan mengalami insiden, keluarga terus berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan keduanya.

Wahito mengatakan Helianto dan Novika sebenarnya merupakan warga asal Samuda yang menjalankan usaha di Sampit. Namun, keduanya selama ini berdomisili di Surabaya dan cukup sering bepergian antara Surabaya, Sampit, dan Banjarmasin.

"Mereka orang Samuda, usaha di Sampit. Memang tinggal di Surabaya, tetapi tetap pulang-pergi. Kemarin lewat Banjarmasin karena mobilnya ditinggal di sana," kata Wahito, Rabu (16/9/2026).

Perjalanan menggunakan kapal tersebut juga berkaitan dengan rencana keluarga menghadiri sebuah acara pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang. Namun, perjalanan itu berubah menjadi kepanikan setelah keluarga menerima kabar dari korban pada dini hari tersebut.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Helianto sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan kondisi kapal sudah dalam keadaan miring. Setelah itu, korban kembali menghubungi anggota keluarga lainnya dan meminta agar mereka mendoakan keselamatan.

"Sekitar jam 2 malam korban menghubungi keluarga, menyampaikan kondisi kapal miring. Kemudian menghubungi keluarga yang lain dan meminta doa," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi komunikasi terakhir yang diterima keluarga. Setelah itu, telepon maupun upaya komunikasi kepada Helianto dan Novika tidak lagi mendapatkan respons.

"Kami berdoa yang terbaik untuk keluarga dan berharap bisa mengetahui kondisi keluarga. Komunikasi terakhir itu meminta doa, setelah itu tidak bisa dihubungi sama sekali," ujarnya.

Keluarga kemudian berusaha mencari informasi dari berbagai pihak. Anak korban, Rico, bahkan telah berada di Banjarmasin dan sejak pagi mendatangi Pelabuhan Trisakti untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait pencarian dan evakuasi.

Rico juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengetahui proses pencarian kedua orang tuanya. Keluarga turut berkomunikasi dengan sejumlah pihak dan kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga informasi terakhir yang diterima keluarga, Helianto dan Novika belum ditemukan dalam proses evakuasi.

"Sudah ada koordinasi dengan beberapa kapal, tetapi dari hasil keterangan belum ditemukan. Sampai sore kemarin sekitar jam 6, dari proses evakuasi yang menampung banyak korban, baik yang selamat maupun meninggal, keluarga kami belum ada," tutur Wahito.

Kekhawatiran keluarga bertambah karena keduanya diketahui menempati kamar VIP 002 yang diperkirakan berada di bagian depan kapal. Keluarga bahkan memiliki rekaman video yang dibuat korban sesaat sebelum kapal berangkat.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork