2 Warga Kotim Diduga Korban KM Virgo Transport 8, Pemkab Bantu Telusuri

Kalimantan Tengah

2 Warga Kotim Diduga Korban KM Virgo Transport 8, Pemkab Bantu Telusuri

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 12:01 WIB
Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut diketahui membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Timur -

Dua warga asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Pemerintah Kabupaten Kotim kemudian memastikan informasi serta membantu update pencarian keduanya.

Diketahui dua warga tersebut adalah pasangan suami istri berasal dari Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Keduanya diduga berada di kapal yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan identitas maupun kondisi kedua warga tersebut. Pemkab Kotim kini meminta Dinas Sosial menelusuri informasi sekaligus mencari keberadaan keluarga yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk mencari tahu keluarganya. Kalau memang itu adalah masyarakat kita, tentunya kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kalimantan Selatan untuk bagaimana sampai mana pencarian tersebut," kata Irawati, Selasa (15/9/2026).

Menurut Irawati, verifikasi penting dilakukan agar pemerintah daerah memperoleh informasi yang benar mengenai status kedua warga tersebut. Terlebih, proses pencarian terhadap penumpang KM Virgo Transport 8 masih berlangsung.

Ia berharap tim SAR segera menemukan para penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Doa juga dipanjatkan agar pasangan suami istri yang dikabarkan berasal dari Kotim tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.

"Jadi kita berdoa saat ini mudah-mudahan ada kabar baiklah. Mudah-mudahan beliau selamat, intinya suami istri tersebut," ujarnya.

Irawati menegaskan, Pemkab Kotim akan segera bergerak melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila kedua orang tersebut telah dipastikan sebagai warga Kotim.

"Setelah ini saya akan langsung koordinasi dengan Dinas Sosial dan Basarnas Kabupaten Kotawaringin Timur tentunya," katanya.

Ia menjelaskan, pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan di laut merupakan kewenangan Basarnas. Meski demikian, pemerintah daerah tetap dapat berperan dengan membantu penelusuran identitas korban serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain dan keluarga.

"Biasanya kan kita kerja sama dengan Basarnas. Kalau Basarnas itu biasanya dia 15 hari pencarian. Apabila sudah lewat dari itu dia tidak akan melakukan pencarian lagi. Itu kalau di air," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Helianto (55) dan Novika Liana (43), hingga Senin (14/9/2026) masih belum diketahui keberadaannya setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa.

Keduanya diketahui berada di dalam kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut. Keluarga kini masih menunggu kepastian dari tim pencarian dan evakuasi mengenai nasib Helianto dan Novika.

Anak korban, Rico, mengatakan kedua orang tuanya memang berasal dari Sampit. Namun, saat ini Helianto dan Novika tinggal di Surabaya karena pekerjaan, sementara sejumlah urusan pekerjaan mereka masih berada di Sampit.

"Memang ibu sama ayah aslinya dari Kotim, Sampit. Sekarang tinggal di Surabaya, tetapi untuk pekerjaan masih semuanya di Sampit," kata Rico, Senin (14/9/2026).

Menurut Rico, kedua orang tuanya dalam perjalanan menuju Banjarmasin karena hendak menghadiri acara pernikahan keluarga di Sampit. Rute perjalanan tersebut juga bukan kali pertama mereka tempuh.

Keluarga sempat mendapatkan kabar dari Helianto sebelum komunikasi terputus. Saat itu, sang ayah menelepon dan menyampaikan kondisi kapal yang sedang dalam keadaan miring.

"Sekitar jam 1 WIB atau jam 2 WITA, ayah sempat menelepon dan memberi tahu kalau posisi kapal sedang miring. Setelah itu sudah hilang kontak," ujarnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads