Operasi bawah air yang rencananya akan dilakukan untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 hingga kini belum bisa dilaksanakan. Hal ini karena cuaca yang belum bersahabat dan gelombang yang tinggi, sehingga opsi lain pun akan diambil.
Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengungkapkan pihaknya memaksimalkan pencarian melalui jalur udara dan laut. Namun, upaya bawah air masih dipertimbangkan untuk dilaksanakan karena cuaca yang belum bersahabat.
"Penyelam memiliki kemampuan bekerja kedalaman lebih dari 150 meter dengan dukungan peralatan yang tersedia. Akan tetapi, tinggi gelombang, kecepatan arus, arus bawah laut, hingga jarak pandang adalah faktor utama yang dapat membatasi penyelaman," kata Syafii, Selasa (15/9/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun nantinya, pihaknya menyiapkan opsi lain untuk operasi pencarian korban. Yakni dengan cara penarikan kapal dan membalikkan kapal untuk proses evakuasi 129 penumpang yang belum ditemukan.
Namun, proses itu memerlukan penanganan dan rapat koordinasi bersama pihak yang memiliki kemampuan teknis. Sebab, pengambilan langkah ini harus sesuai dengan teknis standar.
"Jika operasi bawah air tidak dapat dilakukan, kami menyiapkan alternatif. Kemungkinan tindakan salvage, pembalikan posisi kapal, hingga opsi penarikan kapal dari lokasi kecelakaan," tuturnya.
Setelah opsi operasi evakuasi penumpang lain ditentukan, maka ia akan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT. Kini pihaknya masih melakukan rapat koordinasi terkait operasi penanganan berikutnya untuk evakuasi kapal.
Hingga Rabu (16/9) pukul 14.00 Wita, jumlah korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi berjumlah 114 orang. Enam di antaranya meninggal dunia dan 108 lainnya selamat.
