Perbaikan fender Jembatan Mahakam dan Mahulu di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai bergerak. DPRD Kaltim menyoroti progres pekerjaan tersebut, karena kerusakan kedua jembatan berkaitan dengan sejumlah insiden kapal yang menabrak struktur jembatan.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle mengatakan Jembatan Mahakam mengalami dua kali insiden tabrakan dalam rangkaian kerusakan yang kini diperbaiki. Insiden pertama terjadi pada 16 Februari 2025.
"Yang pertama itu 12 titik sudah dipancang, kemudian ditabrak lagi, tinggal empat yang tersisa," kata Sabaruddin, Selasa (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sabaruddin, perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian pertama telah menyatakan komitmen memperbaiki kerusakan. Pekerjaan kemudian dilakukan melalui pemancangan sejumlah tiang.
Namun, sebelum pekerjaan selesai, Jembatan Mahakam kembali ditabrak kapal. Perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian berikutnya juga disebut mengambil tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan.
Sabaruddin mengatakan proses perbaikan sempat berjalan lambat karena harus menunggu proses asuransi. Kondisi tersebut juga bertepatan dengan masa transisi atau pergantian pejabat di Kalimantan Timur.
"Kenapa lambat? Karena menunggu asuransi, kemudian ada pergantian atau transisi pejabat di Kalimantan," ujarnya.
Dalam pembahasan bersama pihak terkait, DPRD mendapat penjelasan bahwa material besi panjang yang sebelumnya digunakan tidak dapat dimanfaatkan kembali karena telah jatuh ke dasar sungai. Akibatnya, pekerjaan pemancangan perlu dilakukan kembali.
"Besinya yang panjang itu tidak bisa dipakai karena sudah jatuh ke dasar. Jadi harus dipancang lagi," jelasnya.
Sabaruddin menyebut progres perbaikan mulai terlihat, terutama pada pekerjaan akibat insiden kedua. DPRD tetap meminta laporan perkembangan karena kondisi jembatan menyangkut keselamatan masyarakat. Pekerjaan tersebut dijanjikan dapat diselesaikan sekitar Oktober atau kemungkinan November 2026.
"Yang kedua ini sudah mulai kelihatan progresnya, sudah ada tiang-tiang yang dipancang," katanya.
Selain Jembatan Mahakam, Sabaruddin mengatakan Jembatan Mahulu juga mengalami kerusakan akibat tabrakan kapal pada 2026. Dalam kasus tersebut, terdapat tiga perusahaan yang disebut berkaitan dengan insiden dan pada awalnya menyatakan bertanggung jawab. Namun, dalam perkembangannya, terdapat satu perusahaan yang disebut tidak lagi menunjukkan komitmen yang sama.
"Awalnya tiga perusahaan itu menyatakan bertanggung jawab. Tapi ada satu yang kemudian lepas komitmennya," ujarnya.
DPRD Kaltim kemudian berkoordinasi dengan KSOP, Pelindo, Polairud, dan Dinas PUPR untuk memastikan tindak lanjut perbaikan Jembatan Mahulu. Sabaruddin mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian mengenai perusahaan yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.
"Alhamdulillah hampir ada titik terang," katanya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim M Muhran mengatakan pekerjaan perbaikan Jembatan Mahakam telah memasuki tahap persiapan. Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Dharma Lancar Sejahtera. Perjanjian pelaksanaan pekerjaan ditetapkan pada 2 September 2026 dan dilanjutkan dengan Pre Construction Meeting (PCM) pada 10 September 2026.
"Kami harapkan awal Oktober sudah mulai pelaksanaan. Sekarang mobilisasi alat sudah berjalan, material juga beberapa sudah ada," kata Muhran.
Pekerjaan tersebut memiliki durasi kontrak enam bulan atau 180 hari. Namun, pihaknya berharap pekerjaan dapat diselesaikan sekitar empat bulan apabila kondisi cuaca mendukung.
Untuk pekerjaan perbaikan fender, Muhran menyebut anggarannya sekitar Rp 7,7 miliar. Dalam paket tersebut terdapat tiga perusahaan, yakni PT Prima Mulia Jaya, PT Pelmas Bhatera Bahari Shipping, dan PT Pelaih Karya Bintang Timur.
Dari tiga perusahaan tersebut, PT Prima Mulia Jaya dan PT Pelmas Bhatera Bahari Shipping telah menyatakan kesiapan untuk masuk ke tahap pekerjaan. Sementara PT Pelaih Karya Bintang Timur tidak hadir dalam pertemuan.
"Kami sudah ketemu tanggal 2 September. Targetnya minggu depan perjanjian sudah bisa ditandatangani setelah semuanya difinalisasi," ujarnya.
Muhran mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan KSOP untuk meminta penjelasan mengenai ketidakhadiran perusahaan tersebut sekaligus menyusun kronologi terkait pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan perbaikan pada kedua lokasi nantinya diupayakan tidak mengganggu lalu lintas kapal di jalur navigasi. Pemancangan dilakukan menggunakan ponton di atas air.
"Harapannya tidak mengganggu alur pelayaran. Karena pemancangannya menggunakan ponton di atas air," pungkasnya.
