Kadis di Balikpapan Diperiksa Soal Narkoba, Polisi Telusuri Teman WS

Kalimantan Timur

Kadis di Balikpapan Diperiksa Soal Narkoba, Polisi Telusuri Teman WS

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 05:59 WIB
Kadis DPPR Kota Balikpapan, Irma Pertiwi Aryana Musa penuhi panggilan Ditresnarkoba Pola Kaltim terkait mobil dinas digunakan saat transaksi narkoba. (dok. Polda Kaltim)
Foto: Kadis DPPR Kota Balikpapan, Irma Pertiwi Aryana Musa penuhi panggilan Ditresnarkoba Pola Kaltim terkait mobil dinas digunakan saat transaksi narkoba. (dok. Polda Kaltim)
Balikpapan -

Kepala Dinas Pertanahan Kota Balikpapan memenuhi panggilan Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terkait kasus narkoba jaringan Internasional yang menjerat sopir pribadinya, WS. Usai diperiksa sekitar 1,5 jam, polisi kini menelusuri aktivitas hingga lingkar pertemanan WS selama bekerja di lingkungan kantor.

Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Romylus Tamtelahitu mengatakan Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan, Irma Pertiwi Aryana Musa tiba di Polda Kaltim sekitar pukul 10.00 Wita. Dia datang didampingi Kasubag Umum dan pihak legal Pemkot Balikpapan.

"Pada hari ini Ibu Kadis Pertanahan Kota Balikpapan telah memenuhi panggilan dari penyidik Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim. Pada saat hadir beliau didampingi oleh Kasubag Umum dan dari pihak legal Pemkot Balikpapan," ujar Romylus kepada detikKalimantan, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemanggilan tersebut berkaitan dengan pengungkapan jaringan narkoba asal Malaysia yang melibatkan WS dan saudara kandungnya CJA. Sopir pribadi Kadis Pertanahan itu sebelumnya diamankan saat menggunakan kendaraan dinas yang di dalamnya turut ditemukan narkotika.

"Beliau hadir untuk memenuhi panggilan terkait dengan perkara pengungkapan sindikat internasional asal Malaysia yang melibatkan sopir pribadi beliau dan juga kendaraan dinas kepala dinas. Kendaraan kepala dinas yang dipakai oleh sopir pribadi yang di dalamnya ada 15 butir," jelasnya.

Romylus mengatakan Irma terlebih dahulu diterima penyidik dan diberikan penjelasan mengenai kepentingan pemeriksaan. Proses pemeriksaan kemudian berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Setelah diterima, Kasubdit I menyampaikan penjelasan terkait dengan kepentingan untuk pemeriksaan kepada Ibu Kadis dan tim legal. Kemudian setelah itu sesuai dengan SOP dilakukan pemeriksaan, kurang lebih sekitar satu jam setengah," katanya.

Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami hubungan pekerjaan antara Kadis DPPR itu dengan WS. Polisi mendapatkan keterangan bahwa WS telah menjadi sopir pribadi Kadis Pertanahan sejak 2021.

"Fakta-fakta yang ditanyakan kepada Ibu Kadis, yang pertama adalah terkait dengan keterlibatan sopir saudara WS yang memang sudah sejak tahun 2021 menjadi sopir pribadi Kepala Dinas Pertanahan," ungkapnya.

Polisi juga menggali penggunaan kendaraan dinas yang sebelumnya dipakai WS saat diamankan. Kendaraan jenis Innova tersebut diketahui juga telah digunakan Irma sejak 2021.

"Dan juga kendaraan Innova yang sudah dikendarai oleh Ibu Kepala Dinas sejak 2021," ucapnya.

Pendalaman kemudian berkembang pada aktivitas WS selama berada di lingkungan Dinas Pertanahan. Penyidik mencari tahu siapa saja orang dekat maupun rekan yang biasa berinteraksi dan berkumpul dengan WS di lingkungan kantor.

"Penyidik mencoba untuk mendalami apakah sopir pribadi ini juga memiliki teman ataupun orang-orang dekat yang biasa diajak untuk nongkrong atau cangkruk," bebernya.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya orang dalam lingkar pertemanan WS yang berkaitan lagi dengan jaringan narkoba. Namun sejauh ini polisi masih mengumpulkan fakta dan belum menyimpulkan adanya pihak lain di lingkungan kantor yang terlibat.

"Karena dari sini akan kita dalami fakta atau akan kita dalami kemungkinan apakah teman cangkruknya itu juga merupakan bagian daripada jaringan," katanya.

Romylus mengatakan lamanya WS bekerja di lingkungan Dinas Pertanahan membuat penyidik perlu mendalami interaksinya selama berada di kantor. Keterangan dari Kadis Pertanahan menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk menelusuri aktivitas tersebut.

"Karena cukup lama driver ini kerja di lingkungan perkantoran. Tentu saja sebagaimana makhluk sosial lain dia akan berinteraksi. Nah, ini juga kita lagi dalami," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads