Geger Temuan Komponen Jembatan Bailey di Hutan Malinau, BPJN Akan Cek

Kalimantan Utara

Geger Temuan Komponen Jembatan Bailey di Hutan Malinau, BPJN Akan Cek

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 10:00 WIB
Tumpukan besi Bailey disejumlah titik jalan Trans Nasional di Kecamatan Mentarang Hulu.
Tumpukan besi Bailey disejumlah titik jalan Trans Nasional di Kecamatan Mentarang Hulu. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Malinau -

Sejumlah tumpukan material besi jembatan jenis Bailey ditemukan berserakan di sepanjang jalan trans nasional Long Semamu, Kecamatan Mentarang Baru, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Informasi dihimpun detikKalimantan, tampak komponen infrastruktur tergeletak di tepi Jalan Trans Nasional Malinau - Krayan. Diduga kuat komponen itu sengaja dibuang dan disembunyikan oleh pihak pelaksana proyek di pinggir jalan, lereng gunung, hingga ke dalam sungai.

Ahoeng Lahai (46), warga Kecamatan Mentarang Hulu, kerap melintasi kawasan hutan tersebut untuk berburu. Menurutnya, tumpukan besi jembatan yang ditemukan dalam jumlah besar tersebut kondisinya masih sangat lengkap, mulai dari rangka utama, baut, hingga pen paku jembatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kami pikir itu hanya kelebihan material sisa pekerjaan. Tapi setelah dicek, komponennya sangat lengkap untuk membangun satu buah jembatan utuh. Bahkan jumlahnya banyak sekali, bisa untuk membangun tiga jembatan," ujar Ahoeng saat ditemui detikKalimantan.

Sementara itu, sisa material besi yang dibuang di dalam hutan dan Sungai Sebeliwan diduga merupakan alokasi untuk dua titik jembatan tersisa yang gagal terealisasi, yakni untuk Sungai Kupung Besar, Kupung Kecil, dan Sungai Buak. Ahoeng menambahkan, sempat ada informasi bahwa material tersebut sengaja disembunyikan di dalam hutan menjelang adanya rencana kunjungan pemeriksaan dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

"Kaki saya sempat berdarah terkena besi yang dibuang di hutan. Setelah saya telusuri ternyata ada banyak tumpukan besi yang diduga dibuang atau disembunyikan. Pejabat waktu itu tidak sampai ke lokasi karena jalan di ujung rusak dan tidak bisa dilewati mobil. Kami curiga jalan sengaja dirusak agar mereka tidak bisa lewat. Akhirnya, mereka hanya mengandalkan dokumentasi palsu dari luar, bukan foto dari titik koordinat jembatan yang sebenarnya," tuturnya.

Merespon laporan tersebut, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara, Dani Wiranto, menegaskan bahwa pihaknya akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi data.

"Saya mau ke lapangan dulu, cek lokasi sesuai koordinat yang disampaikan," ujar Dani singkat melalui pesan tertulis, Senin (14/9/2026).



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads