Warga di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di area kebun masyarakat yang berbatasan dengan Afdeling 12 Estate 2 BJAP 1, Senin (14/9/2026). Kondisi jasad diperkirakan telah berada di lokasi sekitar satu pekan.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan dua pekerja yang sedang melakukan aktivitas pemanenan buah kelapa sawit di sekitar lokasi. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas jembatan kayu yang berada di area kebun masyarakat.
Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Polisi bersama petugas kesehatan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, kami menerima laporan penemuan mayat di wilayah Desa Amin Jaya. Saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujar Agung.
Penemuan bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika salah satu pekerja bernama Angga hendak buang air saat waktu istirahat. Saat berada di sekitar kebun, Angga melihat benda mencurigakan di atas jembatan kayu.
"Setelah didekati, Angga menyadari benda tersebut merupakan sesosok mayat. Dia kemudian memberitahukan temuan itu kepada rekannya, Siswanto, yang selanjutnya melaporkan kepada Pukarji," kata kapolsek.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Amin Jaya. Pihak desa selanjutnya menghubungi Polsek Pangkalan Banteng untuk melaporkan penemuan jasad tersebut.
Mendapat laporan itu, tim Polsek Pangkalan Banteng bersama petugas Puskesmas yang dipimpin langsung Kapolsek bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar jasad.
"Sejumlah barang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya satu unit sepeda motor Viar, kaus berwarna biru, power bank, serta rokok dan korek api," katanya.
Sepeda motor Viar yang ditemukan di lokasi juga menjadi perhatian petugas karena disebut memiliki kemiripan dengan kendaraan yang biasa digunakan oleh pekerja pemanen di kawasan BJAP. Namun, polisi belum memastikan identitas pemilik kendaraan tersebut.
"Kondisi jasad yang ditemukan sudah sulit dikenali, termasuk bagian wajah. Polisi belum dapat memastikan identitas korban maupun apakah jasad tersebut merupakan karyawan perkebunan yang sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya," katanya.
Saat ini jasad telah menjadi bagian dari penanganan petugas untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
Iptu Agung menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian maupun memastikan keterkaitan korban dengan perusahaan atau aktivitas perkebunan di sekitar lokasi.
