Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengatakan bahwa posisi Kapal Virgo Transport 8 telah mengalami pergeseran sejauh 1,6 nautical mile (nm) atau sekitar 3 km. Pergeseran itu terjadi dalam kondisi kapal masih terbalik.
"Saya sampaikan posisi datun Kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran dari yang kemarin saya sampaikan. Saat ini sudah bergeser 1,6 nm dalam posisi terbalik," ujar Syafii, dalam konferensi pers, di Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa saat ini proses pencarian melalui jalur bawah air ini memerlukan teknik yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang profesional dengan memperhatikan aturan yang ada. Sehingga proses pencarian underwater harus melibatkan tim-tim yang sudah terlatih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syafii mengatakan di dalam badan kapal, masih terdapat sekat-sekat atau ruang kosong yang memungkinkan kapal terus bergerak mengikuti ombak.
"Di dalamnya ini masih ada sekat-sekat atau ruang ruang kosong, sehingga masih ada potensi kapal bergerak. Untuk kemampuan manusia menyelam ternyata harus mengikuti aturan yang ada," katanya.
Ia menjelaskan, ruang yang ada di kapal apabila dipaksakan untuk masuk atau membuka sekat salah satu ruang, maka bisa membahayakan penyelam. Sehingga perlu koordinasi dan diskusi khusus terkait penanganan dan rencana operasi underwater yang akan dilaksanakan.
"Ruang-ruang di kapal yang ada ini kalau kita memaksakan untuk masuk apabila membuka sekat salah satu ruang ini akan ada tekanan yang akan sangat membahayakan sehingga ini jadi bahan koordinasi kita melaksanakan diskusi dan melibatkan personel-personel yang memiliki pengalaman dan pendidikan," pungkasnya.
