Operasi Underwater Pencarian Korban Kapal Virgo Ditunda, Ini Alasannya

Operasi Underwater Pencarian Korban Kapal Virgo Ditunda, Ini Alasannya

Khairun Nisa - detikKalimantan
Senin, 14 Sep 2026 22:20 WIB
Konferensi pers penanganan Kapal Virgo Transport 8, Senin (14/9/2026) malam. (dok Basarnas)
Foto: Konferensi pers penanganan Kapal Virgo Transport 8, Senin (14/9/2026) malam. (dok Basarnas)
Banjarmasin -

Operasi underwater atau pencarian dalam air terhadap korban hilang Kapal Virgo Transport 8 belum bisa dilaksanakan. Penyebabnya adalah adanya cuaca buruk dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sekitar area kapal terbalik.

Hal ini disampaikan Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii dalam konferensi pers, Senin (14/9) malam. Dalam konferensi pers kali ini, dia menyampaikan berbagai hal tentang perkembangan pencarian dan penanganan bagi korban yang sudah dievakuasi.

"Saya laporkan bahwa pelaksanaan operasi pada hari ini, kita merencanakan untuk operasi underwater karena cuaca yang tidak memungkinkan sehingga teman teman yang sudah kita siapkan hari ini belum bisa kita turunkan karena memang kondisi cuaca," ujar Syafii.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi underwater pun direncanakan akan dilaksanakan pada besok hari dengan harapan cuaca saat dilakukan operasi under water bisa lebih baik. Adapun operasi under water nantinya akan dilaksanakan dengan teknologi yang dimiliki Kapal Canopus milik TNI AL.

"Tahapan operasi yang direncanakan kita akan melakukan operasi underwater dengan teknologi yang dimiliki kapal Canopus mulai drone under water, dan multibeam echosounder yang ada di dalam kapal tersebut," terangnya.

Sementara terkait kru penyelam, Syafii menjelaskan ada dua tim yang akan diterjunkan. Keduanya berasal dari anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Basarnas Special Group (BSG).

"Sebelum pelaksanaan operasi itu tentunya ada aturan-aturan yang memang harus diikuti, mulai dari cek kesehatan, bagaimana kondisi arus. Bahkan Laut Jawa ini lebih keruh, itu juga jadi pertimbangan operasi," ungkapnya.

Ia menjelaskan sejauh ini, operasi penyelamatan yang dilakukan masih menggunakan jalur udara dan laut dengan melibatkan 22 armada.



(bai/bai)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads