Prestasi olahraga otomotif Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali mencuri perhatian di tingkat nasional.
Duo offroader Gusti Dzakwan Daffa dan navigator Eko Trisdianto membawa nama Kotawaringin Barat (Kobar) naik podium dalam Kejurnas Off-Road IMI Putaran keempat di Tegal, Jawa Tengah.
Kejurnas yang berlangsung di kawasan Telaga Cacaban pada 12-13 September 2026 itu diikuti offroader dari berbagai daerah. Daffa-Eko tampil kompetitif di tengah persaingan ketat lintasan off-road.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daffa mengamankan posisi ketiga pada Kelas Usia 23 Tahun. Hasil tersebut mengantarkan nama Kobar ke atas podium.
Tak berhenti di satu kelas, Daffa dan Eko juga menunjukkan performa solid di Kelas Under/G-2. Keduanya mampu finis di posisi kelima setelah melewati persaingan ketat di lintasan Telaga Cacaban.
Hasil di Tegal memperlihatkan konsistensi pasangan dari klub KOBAR 4x4 tersebut. Pada Kejurnas Off-Road IMI Putaran ketiga, Daffa-Eko juga mampu finis di posisi kelima.
Ketua IOF Pengcab Kotawaringin Barat Teguh Hendrawan mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Daffa-Eko menjadi bukti bahwa atlet otomotif Kobar memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional.
"Alhamdulillah, mereka bisa berprestasi di tingkat nasional. Tentunya ini menjadi kebanggaan karena membawa nama baik Kotawaringin Barat," ujar Teguh, Senin (14/9/2026).
Pendiri Klub KOBAR 4x4, Sanov Mus, menilai pencapaian Daffa-Eko merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan yang konsisten. Ia menyebut keduanya telah menunjukkan kemampuan yang baik sebelum turun dalam pertandingan.
"Selain kemampuan pembalap dan navigator, performa kendaraan juga menjadi salah satu faktor pendukung. Dengan usia Daffa yang masih muda, Sanov menilai peluang untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi masih terbuka lebar," ujarnya.
Sanov bahkan memasang target agar Daffa-Eko mampu menembus lima besar nasional pada akhir musim 2026. Target tersebut dinilai realistis jika pasangan ini mampu menjaga konsistensi hingga putaran terakhir.
"Yang penting tetap konsisten latihan, baik latihan fisik maupun latihan di sirkuit off-road," kata Sanov.
Bagi Daffa, persaingan di kejurnas bukan sekadar mengejar podium. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang itu juga ingin terus membawa nama Kotawaringin Barat semakin dikenal melalui olahraga otomotif.
Minat Daffa terhadap dunia otomotif bahkan sudah tumbuh sejak kecil. Sang ayah, Gusti Muhammad Ali Syahbana, menyebut Daffa sejak kecil sudah tertarik dengan kendaraan dan gemar mengutak-atiknya.
"Kini, ketertarikan tersebut berkembang menjadi prestasi di lintasan nasional. Podium di Tegal menjadi modal penting bagi Daffa-Eko untuk mengejar target lebih besar bersama KOBAR 4x4, yakni menembus lima besar nasional pada akhir musim 2026," kata Gusti.
