Pemprov Kaltim Bantah Anggapan Plt Direktur RSUD AWS Diganti Usai Aksi Nakes

Pemprov Kaltim Bantah Anggapan Plt Direktur RSUD AWS Diganti Usai Aksi Nakes

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 14 Sep 2026 12:30 WIB
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda/Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) membantah anggapan pergantian Plt Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda berkaitan dengan aksi damai tenaga kesehatan (nakes) beberapa waktu lalu. Pemindahan Plt Direktur sebelumnya disebut telah diputuskan jauh sebelum aksi tersebut berlangsung.

Anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno mengatakan Plt Direktur RSUD AWS sebelumnya, dr Mazniati telah mendapatkan surat keputusan untuk dipindahkan ke Balikpapan. Posisi Plt Direktur AWS kini dipegang drg Ahmad Jais yang juga menjabat Direktur RSUD Kanudjoso Djatiwibowo.

"Bukan (dicopot), memang sebelumnya sudah ada SK-nya turun. Beliau pindah ke Balikpapan, di Direktur Pelayanan kalau enggak salah. Sebelum peristiwa teman-teman demo ini, sebelum. Enggak ada kaitan," ujar Sudarno kepada detikKalimantan, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudarno mengatakan Ahmad Jais hanya ditunjuk sebagai pelaksana tugas di RSUD AWS. Pemprov masih mencari pejabat definitif untuk menggantikan direktur sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun.

"Kalau urusan AWS sementara ini dipegang oleh Pak Ahmad Jais, Dirut definitif Kanujoso. Dia kemudian ditunjuk juga sebagai Plt Dirut AWS. Sementara saja, untuk Plt saja. Sisanya ini masih on process," jelasnya.

Menurut Sudarno, penunjukan Ahmad Jais sebagai Plt Direktur AWS tidak melanggar ketentuan meski masih memimpin RSUD Kanujoso. Rangkap jabatan tersebut dimungkinkan karena posisi di AWS bersifat sementara.

"Enggak ada larangan karena tadi kan Plt. Contohnya kepala Dinas Infokom Faisal kemarin itu kan dia juga Plt Kadispora Kaltim waktu itu. Enggak ada masalah, cuma jabatannya kan sementara," katanya.

Meski diperbolehkan, Sudarno mengakui memimpin dua rumah sakit secara bersamaan dikhawatirkan membuat pekerjaan tidak berjalan maksimal. Karena itu, Pemprov didorong segera menentukan direktur definitif RSUD AWS.

"Cuma memang dikhawatirkan dengan double begitu pekerjaannya akhirnya tidak maksimal. Maka satu-satunya cara memang Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim segera menunjuk siapa yang punya kompetensi, integritas, memimpin Dirut AWS," ungkapnya.

Sudarno mengatakan Pemprov tengah mempertimbangkan sosok yang tepat untuk memimpin rumah sakit rujukan tersebut. Sejumlah persoalan internal RSUD AWS disebut turut menjadi pertimbangan agar direktur definitif nantinya mampu melakukan pembenahan.

"Karena memimpin rumah sakit AWS ini enggak sederhana. Terlalu banyak masalah di sana yang harus ditangani secara profesional, tentang dokumen, yang kedua tentang indikator besaran jaspel yang terjadi disparitas sangat tinggi," bebernya.

Ia berharap penetapan direktur definitif tidak berlangsung terlalu lama. Sosok yang dipilih dinilai harus mampu melakukan pembenahan sekaligus memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan maksimal.

"Mestinya Pak Gubernur dan Pak Wagub segera menunjuk orang yang punya kompetensi, bisa membenahi termasuk aspek pelayanan," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads