Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) menghadapi kendala. Operasi water bombing dari udara dalam dua hari terakhir beberapa kali harus dibatalkan karena kondisi visibility atau jarak pandang penerbangan yang rendah.
Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar Daniel mengatakan, kondisi tersebut membuat operasi pemadaman melalui udara tidak dapat dilakukan secara optimal. Padahal, operasi water bombing menjadi salah satu dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kalbar.
"Memang beberapa hari ini agak terganggu operasi udara ini karena terkait dengan feasibility yang rendah," kata Daniel ditemui di kantornya, Selasa (8/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel menyebut kondisi visibility bahkan dapat kembali turun hanya dalam hitungan beberapa jam. Akibatnya, operasi yang sebelumnya direncanakan harus dibatalkan demi keselamatan penerbangan.
"Baru dua hari ini, itu pun hitungan beberapa jam, visibility rendah lagi sehingga mereka harus membatalkan operasi," ujarnya.
Saat ini, dua unit helikopter water bombing ditempatkan di Ketapang dan tujuh unit lainnya berada di Pontianak. Selain itu, terdapat patroli udara serta dua unit UMC untuk mendukung penanganan karhutla.
Menurut Daniel, operasi udara memiliki persyaratan tertentu agar dapat dilakukan. Kondisi jarak pandang harus berada dalam kategori normal, yakni pada kisaran 3.000-5.000 meter.
"Water bombing ini tentu untuk melakukan operasi pemadaman melalui udara," jelasnya.
