1.057 Titik Panas Terdeteksi Lagi di Kalbar, Paling Banyak di Ketapang

1.057 Titik Panas Terdeteksi Lagi di Kalbar, Paling Banyak di Ketapang

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 18:00 WIB
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar Daniel menunjukkan sebaran titik panas.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar Daniel menunjukkan sebaran titik panas. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Pontianak -

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menguat. Sebanyak 1.057 titik panas terdeteksi. Mayoritas berada di Kabupaten Ketapang. Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Daniel mengatakan data tersebut diperoleh dalam briefing penanganan karhutla pada Selasa (8/9) pagi.

"Untuk update pada hari ini, kita sudah mendapatkan informasi di briefing pagi tadi bahwa ada 1.057 sebaran titik panas di Kalimantan Barat," kata Daniel ditemui di kantornya.

Dari total tersebut, sebanyak 1.020 titik masuk kategori tingkat kepercayaan menengah, sedangkan 6 titik lainnya berkategori rendah. Adapun 31 titik yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi menjadi perhatian utama tim penanganan karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel menyebut, 31 titik tersebut paling banyak berada di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Sementara itu, sebaran di kabupaten lainnya bervariasi, mulai dari satu titik hingga tidak ditemukan titik panas. BPBD Kalbar kini mendorong Satgas Darat dan Satgas Udara untuk melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut.

"Yang tingkat kepercayaan tinggi inilah yang kita dorong dengan Satgas Darat dan Satgas Udara di seluruh Kalimantan Barat ini untuk di-groundcheck, apakah 31 ini hanya titik panas saja atau ada titik api," ujarnya.

Pengecekan lapangan menjadi penting untuk memastikan apakah ribuan titik panas tersebut berkaitan dengan kebakaran atau hanya anomali suhu permukaan. Sebab, titik panas hasil pemantauan satelit belum otomatis menunjukkan adanya kebakaran. Hasil groundcheck akan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk jumlah titik yang telah berkembang menjadi titik api.

"Nah tentu untuk memastikan ada berapa titik api yang ada, nanti akan kita dengarkan dalam laporan Satgas Darat dan Satgas Udara di briefing malam nanti pukul 19.00," pungkas Daniel.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads