Sebanyak 1 ton garam ditabur di atas langit Kalimantan Selatan. Hal ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) usai adanya awan hujan terlihat. Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen (Purn) Herman Hidayat mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) itu rencananya akan dilakukan hingga Rabu (9/9) mendatang.
"Setelah satu bulan lebih tidak bisa dilaksanakan karena terkendala tidak adanya awan hujan. Kita bisa laksanakan lagi omc dengan berkordinasi dengan BMKG dan juga evaluasi tim," ujar Herman dari keterangan yang diterima detikKalimantan, Minggu (6/9/2026).
Pelaksanaan OMC itu pun dimulai menggunakan pesawat milik BNPB dengan harapan bisa membantu penanganan karhutla dan kekeringan yang terjadi di Kalsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih satu ton garam halus disemaikan di langit Kalsel wilayah Utara," katanya.
OMC dilaksanakan pada siang hari hingga sore hari yang mana sesuai prediksi dari BMKG bahwa pada rentang waktu tersebut terdapat awan hujan yang bisa mempercepat terjadinya hujan.
"Prediksi BMKG dominan siang hari hingga sore hari ada awan," jelas Herman.
Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Ariansyah menambahkan bahwa Kalsel saat ini masih berada di puncak musim kemarau. Bantuan OMC pun sangat dibutuhkan untuk menurunkan hujan sangat dibutuhkan dalam penanganan karhutla dan juga kekeringan.
Sebelumnya pelaksanaan OMC dijadwalkan pada Juli 2026. Namun, OMC saat itu gagal dilaksanakan karena tidak ada awan hujan yang tersedia.
"Ini ikhtiar kita bersama. Karena hujan sangat dibutuhkan untuk ketersediaan air selain penanganan karhutla dan juga kekeringan," tutup Ariansyah.
