Mahasiswa Kalbar Unjuk Bukti Kontribusi untuk Warga Terdampak Karhutla

Kalimantan Barat

Mahasiswa Kalbar Unjuk Bukti Kontribusi untuk Warga Terdampak Karhutla

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 06 Sep 2026 22:01 WIB
Aksi mahasiswa Kalbar membantu penanganan dampak karhutla. (Dok BEM SI)
Foto: Aksi mahasiswa Kalbar membantu penanganan dampak karhutla. (Dok BEM SI)
Pontianak -

Sempat viral momen Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan terlibat adu argumen dengan mahasiswa yang menggelar aksi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para mahasiswa pun membuktikan kontribusinya bergerak membantu penanganan karhutla.

Koordinator BEM-SI Kalimantan Barat (Kalbar), Fadil, mengatakan dalam pertemuan sebelumnya, Gubernur Kalbar Ria Norsan mempertanyakan kontribusi mahasiswa dalam penanganan karhutla. Fadil memberi unjuk bukti bahwa gerakan mahasiswa tersebut bahkan telah dilakukan sebelum dialog terjadi.

Salah satu aksi para mahasiswa yakni melalui gerakan kemanusiaan bertajuk Rakyat Bantu Rakyat yang melibatkan Fomda Kalbar, FKBK Kalbar, BEM-SI Kalbar, BEM Nusantara Kalbar, serta sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah bergerak. Jauh sebelum persoalan ini mencuat, mahasiswa dan masyarakat sudah mengambil bagian melalui gerakan Rakyat Bantu Rakyat," kata Fadil, Minggu (6/9/2026).

Salah satu bentuk aksi tersebut yakni pembukaan Posko Bantuan Karhutla Kalbar di Bundaran Digulis pada 25-27 Agustus 2026. Di posko tersebut, mahasiswa menghimpun berbagai bantuan untuk mendukung relawan yang berjibaku di lapangan. Bantuan yang dikumpulkan antara lain alat medis, konsumsi relawan, masker hingga donasi uang.

"Karena setiap bantuan berarti. Hari ini mereka berjuang untuk kita, saatnya kita berjuang bersama mereka," ujarnya.

Fadil menegaskan, gerakan mahasiswa tersebut tidak dilakukan untuk pencitraan ataupun mencari perhatian publik. Menurutnya, mahasiswa tidak memiliki kepentingan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan hanya demi menunjukkan kepada publik bahwa mereka telah berbuat sesuatu.

"Kami bukan politisi yang setiap gerak dan langkahnya harus terdokumentasi," tegas Fadil.

Dia mengatakan klarifikasi yang disampaikan kepada media bukan untuk mencari validasi atas aksi mahasiswa. Menurutnya, pihaknya hanya ingin meluruskan fakta setelah muncul anggapan mahasiswa tidak berkontribusi dalam penanganan Karhutla.

"Kami tidak sedang mencari validasi. Kami hanya ingin meluruskan fakta bahwa mahasiswa dan elemen masyarakat sudah bergerak," katanya.

Selain gerakan kemanusiaan, mahasiswa juga menyuarakan kritik melalui aksi demonstrasi. Salah satunya dilakukan saat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dijadwalkan datang ke Kalbar.

Fadil menjelaskan, aksi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menolak kedatangan Raja Juli. Mahasiswa mempertanyakan penanganan Karhutla dan kekeringan berkepanjangan yang dinilai membutuhkan langkah konkret.

Menurutnya, Kalbar jangan hanya menjadi lokasi kunjungan atau panggung seremonial pejabat ketika masyarakat masih menghadapi dampak Karhutla.

"Kehadiran pejabat semestinya diikuti langkah konkret untuk menjawab persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, bukan berhenti pada kunjungan dan kegiatan seremonial," ujarnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads