Kemarau panjang membuat akses transportasi sungai menuju Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), terputus.
Hal ini disebabkan kondisi Sungai Mahakam yang semakin surut. Pemkab Mahulu kini berupaya membuka jalur darat sebagai alternatif, namun akses tersebut juga terkendala longsor hingga harus membuat jalan baru.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan mengatakan wilayahnya saat ini masih berstatus siaga di tengah kemarau panjang. Surutnya Sungai Mahakam membuat longboat yang selama ini menjadi angkutan logistik tidak lagi dapat mengakses dua kecamatan di wilayah hulu tersebut.
"Untuk saat ini kondisi Mahulu dalam status siaga. Karena sampai saat ini kemarau yang berkepanjangan membuat Sungai Mahakam sangat surut. Transportasi sungai yang biasa kita pakai di Mahakam Ulu untuk membawa logistik ke daerah Long Pahangai dan Long Apari tidak bisa akses lagi," ujar Angela kepada awak media, Minggu (6/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Pemkab Mahulu mendesak Dinas PUPR membuka akses jalan darat dari Long Pakaq hingga Tiong Ohang. Di tengah keterbatasan anggaran, pembukaan jalan untuk sementara diprioritaskan hingga Tiong Ohang agar perjalanan menuju Long Apari dapat dipangkas.
"Kemarin kita mendesak Dinas PUPR membuka jalan Long Pakaq hingga ke Tiong Ohang. Karena keterbatasan anggaran, kami menggunakan anggaran semaksimal mungkin untuk membuka akses jalan ke Tiong Ohang dulu. Jadi dari Tiong Ohang ke Long Apari lumayan memotong waktu karena sudah kita buka," jelasnya.
Namun jalur alternatif tersebut juga tidak sepenuhnya mulus. Angela mengaku menerima laporan dari Dinas PUPR terkait longsoran yang menyebabkan badan jalan rusak parah sehingga pemerintah harus kembali membuat jalur alternatif baru.
"Cuma ada laporan Dinas PUPR yang baru, ada longsoran membuat jalan sangat patah jadi harus membuat jalan alternatif baru. Dengan kondisi alat yang kurang sehat, tapi kita maksimalkan dan diupayakan supaya jalan tersebut dikondisikan sampai Tiong Ohang dalam beberapa hari ini," ungkapnya.
Terputusnya akses menuju Long Pahangai dan Long Apari juga menjadi perhatian Pemprov Kaltim dalam penyaluran cadangan pangan. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan mengatakan bantuan disalurkan setelah Pemkab Mahulu menyampaikan kondisi wilayahnya kepada Pemprov.
"Untuk menindaklanjuti perintah Bapak Gubernur terkait surat yang disampaikan Pemkab Mahulu ke Pemprov Kaltim, bagaimana cadangan pangan pemerintah kita bisa tersampaikan ke saudara-saudara kita yang membutuhkan di Mahakam Ulu, di dua kecamatan, Long Pahangai dan Long Apari," kata Fahmi.
Kebutuhan bantuan pangan di dua kecamatan tersebut mencakup sebanyak 3.107 kepala keluarga (KK). Berdasarkan perhitungan DPTPH Kaltim, dibutuhkan sekitar 62 ton beras.
"Dari kebutuhan yang disampaikan Pemkab Mahulu dari dua kecamatan di Mahakam Ulu, 3.107 kepala keluarga. Hasil analisis kami, bila kita berikan bantuan setiap kepala keluarga 22 kilogram maka kita butuh 62 ton," jelasnya.
Namun keterbatasan anggaran membuat bantuan tidak dapat langsung dikirim seluruhnya. Pada penyaluran tahap pertama, Pemprov Kaltim mengirimkan sebanyak 9,7 ton beras menuju Ujoh Bilang.
"Sementara di tengah keterbatasan anggaran maka kita kirimkan bantuan beras 9,7 ton. Bismillah, dan kami terima kasih dengan kolaborasi Pemkab Mahulu," ujarnya.
Fahmi menjelaskan pembiayaan pengiriman bantuan dari Samarinda menuju Ujoh Bilang ditanggung Pemprov Kaltim. Selanjutnya, distribusi menuju Long Pahangai dan Long Apari menjadi tanggung jawab Pemkab Mahulu.
"Tahap pertama pengiriman penyaluran cadangan pangan pemerintah dari Samarinda ke Ujoh Bilang pembiayaan dari pemerintah provinsi. Dan dari Ujoh Bilang ke Long Pahangai dan Long Apari pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten," pungkasnya.
Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
(aau/aau)