Universitas Palangka Raya (UPR) memilih menghentikan sementara perkuliahan tatap muka dan mengalihkannya ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan tersebut berlaku di seluruh lingkungan kampus UPR di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya.
Rektor UPR Salampak M.S mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan mahasiswa dan dosen. Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya dinilai sudah cukup mengkhawatirkan untuk aktivitas pembelajaran secara langsung.
"Kami tidak mungkin mengorbankan mahasiswa dan dosen, terlebih ada dosen yang sudah berusia lanjut. Untuk keselamatan, pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring," ujar Salampak, Kamis (3/9/2026) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sistem daring akan tetap diberlakukan selama kondisi udara belum memungkinkan untuk kembali menggelar perkuliahan tatap muka. Pihak rektorat terus memantau perkembangan kondisi kabut asap sebelum menentukan kapan aktivitas perkuliahan di dalam kelas dapat kembali dilakukan.
Keputusan tersebut membuat mahasiswa harus beradaptasi dengan pola belajar yang berbeda. Satia, mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Matematika semester tiga, mengakui pembelajaran daring bukan pilihan yang sepenuhnya diharapkan mahasiswa. Namun, kondisi kabut asap membuat keselamatan menjadi pertimbangan utama.
"PJJ memang bukan pilihan yang sepenuhnya kami inginkan. Namun, kondisi kabut asap membuat perkuliahan daring menjadi pilihan yang lebih aman," kata Satia.
Tak hanya mengubah sistem perkuliahan, UPR juga turut mengambil bagian dalam penanganan karhutla yang terjadi di sekitar kawasan kampus. Luas lahan yang terbakar di sekitar kawasan UPR diperkirakan mencapai puluhan hektare. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar api tidak semakin meluas.
Rektorat pun mengajak mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk ikut peduli terhadap persoalan karhutla, baik dengan membantu upaya penanganan maupun mencegah munculnya titik api baru.
