Bandara Tjilik Riwut Dilanda Asap, Ruang Oksigen Disiapkan

Kalimantan Tengah

Bandara Tjilik Riwut Dilanda Asap, Ruang Oksigen Disiapkan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 03 Sep 2026 12:00 WIB
Suasana Bandar Udara Tjilik Riwut diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). Pihak Bandara Tjilik Riwut mengatakan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 300 meter sehingga kedatangan penerbangan dari Surabaya, Jakarta, dan Semarang, serta keberangkatan menuju Semarang, Yogyakarta, Jakarta siang hari, dan Surabaya pada siang serta sore hari dibatalkan. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.
Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Palangka Raya -

Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih terdampak kabut asap. Jarak pandang di sekitar bandara terus dipantau karena kondisi tersebut dapat memengaruhi proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Pengelola bandara pun memperketat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi jarak pandang.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, mengatakan keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena masih di sekitaran bandara terdapat kabut asap. Kami selalu berkoordinasi dengan unit-unit terkait, yaitu BMKG dan AirNav, untuk memperoleh informasi terbaru terkait dengan jarak pandang," kata I Made Dermawan, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, informasi mengenai jarak pandang sangat penting bagi maskapai untuk menentukan kesiapan penerbangan. Kondisi aktual di lapangan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum pesawat diterbangkan.

"Teman-teman maskapai harus melakukan persiapan penerbangan untuk mengutamakan aspek keselamatan," ujarnya.

Meski demikian, keputusan untuk tetap menerbangkan pesawat atau tidak berada di tangan kapten pilot. Pihak bandara dan AirNav bertugas memberikan informasi mengenai kondisi faktual, sedangkan pilot akan menilai apakah kondisi tersebut aman untuk penerbangan.

"Memang secara keseluruhan terkait dengan jarak pandang, itu semuanya diputuskan oleh kapten pilot penerbangan," katanya.

Jika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan operasional, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan maskapai dan pilot untuk menunda penerbangan.

"Kami dari tim bandara bekerja sama dengan teman-teman AirNav menginformasikan kondisi faktual yang ada di lapangan," ungkapnya.

Ruang Oksigen Gratis Disiapkan

Pengelola Bandara Tjilik Riwut juga menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat yang berada di lingkungan bandara. Pos Kesehatan Bandara menyediakan ruang oksigen yang dapat digunakan secara gratis. Masker juga disiapkan untuk karyawan maupun penumpang guna mengurangi paparan asap.

Kepala Pos Kesehatan Bandara Tjilik Riwut, N Febriyanti, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi kondisi udara yang terdampak kabut asap. Meski demikian, hingga saat ini belum ada penumpang maupun masyarakat yang menggunakan ruang oksigen tersebut.

"Kalau sejauh ini penumpang pesawat yang datang ke. ruang oksigen ini belum ada, tapi tidak tau nanti atai ke depan. Yang jelas sudah kita siapkan untuk antisipasi," ujar Febriyanti.

Petugas kesehatan tetap membagikan masker secara cuma-cuma kepada masyarakat di lingkungan bandara. Pembagian dilakukan di sejumlah titik, termasuk area keberangkatan dan kedatangan.

"Di tengah kepungan asap, aktivitas Bandara Tjilik Riwut tetap berjalan dengan satu prinsip utama: keselamatan penerbangan tidak boleh dikompromikan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads