Kalimantan Timur

ISPU di Kubar Sempat Tembus 318, Tim Kemenkes Turun ke Lapangan

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 03 Sep 2026 10:30 WIB
Kadinkes Kaltim dr Jaya Mualimin. Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Kutai Barat -

Kualitas udara di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), sempat masuk kategori berbahaya dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 318. Tim krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun turun ke Kubar menyusul kondisi udara buruk yang turut dibarengi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim dr Jaya Mualimin mengatakan ISPU Kubar sempat menyentuh angka 318 beberapa hari lalu. Angka tersebut kini telah turun menjadi sekitar 280, namun kualitas udara masih masuk kategori sangat tidak sehat.

"Beberapa hari lalu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat mencapai 318 mikrogram per meter kubik udara, dan itu sudah masuk kategori berbahaya. Seharusnya di bawah 55, tetapi hari ini sudah turun lagi menjadi 280, namun masih dianggap sangat tidak sehat," ujar Jaya kepada awak media, Kamis (3/9/2026).

Buruknya kualitas udara terjadi di tengah kemarau dan munculnya titik-titik api di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga diperparah tidak adanya hujan serta asap kiriman dari wilayah lain di Kalimantan.

"Pertengahan tahun memang sempat turun, kemudian naik lagi karena dipicu titik-titik api yang ada. Ditambah lagi asap kiriman dari Kalbar, Kalteng dan Kalsel. Kita juga tidak hujan, sehingga kondisi ini menjadi salah satu perhatian kita, terutama di Kutai Barat," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat tim krisis Kemenkes bersama unsur kesehatan di daerah turun melakukan pemantauan di Kubar. Terlebih, kasus ISPA di wilayah tersebut juga mengalami peningkatan.

"Makanya tim krisis dari Kementerian Kesehatan, kemudian PKK Samarinda termasuk dari kami juga mau berangkat lagi ke sana untuk memantau keadaan di Kubar. Di sana juga ISPA-nya meningkat," katanya.



Simak Video "Video Kemenkes: 105 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT, 185 Ribu Jiwa Mengungsi"


(des/des)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork