Cerita Relawan Terluka Bakar Usai Halau Karhutla yang Nyaris ke Permukiman

Cerita Relawan Terluka Bakar Usai Halau Karhutla yang Nyaris ke Permukiman

Khairun Nisa - detikKalimantan
Jumat, 28 Agu 2026 20:30 WIB
Relawan pemadam Karhutla dari Banjarbaru, M Fahriza
Relawan pemadam Karhutla dari Banjarbaru, M Fahriza/Foto: Istimewa
Banjarbaru -

Relawan pemadam Karhutla dari Banjarbaru, M Fahriza mengalami luka bakar saat memadamkan api. Fahriza dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kala itu, Fahriza berupaya memadamkan api di Jalan A Yani dekat perbatasan Kabupaten Tanah Laut. Ia tampak santai menangani si jago merah yang melalap lahan dan mendekati permukiman warga.

Fahriza menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8). Awalnya ia hendak memarkirkan motornya di tempat yang aman. Belum selesai memarkirkan motor, angin kencang berembus yang membuat api semakin dekat dengan permukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat melihat di belakang, itu api hampir kena rumah warga. Saya langsung kejar untuk memadamkan," ujar Fahriza, Jumat (28/8/2026).

Merasa situasi di lapangan sudah terkendali, Fahriza berniat kembali ke motornya untuk memindahkannya. Namun tak di sangka olehnya, api justru telah mengepung tempat ia menaruh sepeda motor.

Fahriza mengaku tak sempat mengelak untuk menyelamatkan diri, dua tangan dan wajah Fahriza menjadi korban kobaran api. Fahriza berusaha menahan sakit dan panas akibat terkena api, hingga dievakuasi menuju rumah sakit.

"Saat mau mengamankan motor, ternyata malah kena hawanya api. Apinya menyambar langsung," kata Fahriza.

Saat terkena jilatan api, Fahriza masih dalam kondisi sadar. Ia bahkan tahu jika dirinya dimasukkan ke dalam ambulans dan dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, ia langsung diberikan penanganan pertama untuk luka bakar oleh petugas medis. Fahriza tak perlu menginap di rumah sakit dan diperbolehkan untuk rawat jalan selama masa penyembuhan.

"Dikasih salep sama obat-obatan. Sementara istirahat dulu, belum tahu (sampai kapan)," katanya.

Namun, semangat Fahriza tak pernah pudar. Ia mengaku jika sudah sembuh dan diizinkan untuk kembali turun membantu pemadaman Karhutla, maka ia akan kembali turun ke lapangan.

"Mau turun lagi, tetap semangat," ucapnya.

Sementara sang ayah, Mansyah, mengaku merasa khawatir dengan sang anak yang aktif turun dalam penanganan Karhutla. Mansyah menyebut anaknya memang aktif sebagai relawan yang kadang menolong korban kecelakaan, kebakaran, hingga peristiwa lainnya.

Mansyah dan Fahriza hanya hidup berdua, ibunya telah lebih dulu berpulang dan kini Mansyah mengurus Fahriza seorang diri. Ia mengaku bangga dengan keputusan Fahriza untuk menjadi relawan.

"Macam-macam dia, membantu siapa saja orang yang membutuhkan bantuan," sebut Mansyah.

Saat sang anak mengalami kejadian itu, Mansyah sedang tidak ada di rumah. Ia baru mengetahui kejadian itu saat sang anak sudah di rumah sakit. Rasa panik pun tak dapat ditutupinya, ia merasa terkejut mendapati kondisi putranya yang mengalami luka bakar.

"Sempat kaget, namun begitu melihat tidak terlalu parah kita optimis dia masih bisa aja sembuh," tutur Mansyah.

Mansyah juga akan mengizinkan lagi apabila Fahriza akan kembali ke lapangan untuk menjadi relawan. Sebab, ia ingin Fahriza bisa terus berbuat baik untuk siapapun dan bermanfaat selalu.

"Mengizinkan saja, agar dia tetap bisa membantu orang-orang yang membutuhkan dan keluarga," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Mengisi Tenaga dengan Hidangan Lezat di Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik] (sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads