Relawan Karhutla Palangka Raya Meninggal Usai 6 Hari Dirawat di RS

Kalimantan Tengah

Relawan Karhutla Palangka Raya Meninggal Usai 6 Hari Dirawat di RS

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 27 Agu 2026 19:10 WIB
Relawan pemadam karhutla di Palangka Raya meninggal dunia.
Relawan pemadam karhutla di Palangka Raya meninggal dunia. Foto: Dok. BPBD Palangka Raya
Palangka Raya -

Rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memakan korban jiwa. Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, Akhmad Rizani, meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan di RS Betang Pambelum.

Rizani mengembuskan napas terakhir pada Kamis (27/8) siang. Sebelumnya, pria kelahiran 1972 itu sempat mengalami kondisi drop saat memadamkan kebakaran lahan di Jalan Rungan, kawasan belakang Kantor Kecamatan Jekan Raya.

Wakil TSAK Jekan Raya, Mulyadi, mengatakan saat kejadian Rizani tiba-tiba memberi tanda kepada rekan-rekannya sambil memegang bagian dada. Awalnya, para relawan mengira tindakan tersebut hanya candaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu dia angkat tangan, sambil memegang dada, dikira kami bercanda, ternyata benar-benar drop," kata Mulyadi, Kamis (27/8/2026).

Melihat kondisi sang ketua yang tidak berdaya, rekan-rekannya langsung melakukan evakuasi dan membawanya ke Kantor BPBD. Karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, Rizani kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Mulyadi, Rizani merupakan salah satu relawan yang hampir selalu turun ke lapangan setiap kali terjadi karhutla. Di lokasi, ia kerap menangani mesin pompa untuk membantu proses pemadaman.

"Orangnya baik, pekerja keras, dan ulet kalau di lapangan," ujarnya saat berada di rumah duka.

Kepergian Rizani menyisakan duka bagi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Mendawai VI, Palangka Raya.

Puluhan relawan pemadam kebakaran turut datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru pecah ketika keluarga dan anak-anak Rizani melepas kepergian sosok yang selama ini dikenal aktif membantu penanganan karhutla.

Rizani meninggalkan seorang istri dan empat anak. Dua anak merupakan buah pernikahan sebelumnya dengan istri pertama yang telah meninggal dunia. Dari pernikahan berikutnya, Rizani dikaruniai dua anak, dengan anak bungsunya masih berusia tiga tahun.

Kabar duka tersebut juga langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendatangi rumah duka di Jalan Mendawai VI untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

"Kami dari Pemko Palangka Raya turut berduka cita mendalam atas meninggalnya Bapak Akhmad Rizani. Semoga dosa-dosanya diampuni dan keluarganya diberikan ketabahan," ujar Fairid.

Bagi rekan-rekan sesama relawan, Rizani bukan sekadar ketua. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tetap turun ke lapangan di tengah ancaman karhutla.

"Pengabdiannya berakhir setelah enam hari menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang memburuk usai bertugas di lokasi kebakaran lahan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads