Cuaca Makin Panas Menyengat, Pemkab Kotim Gelar Salat Istisqa

Kalimantan Tengah

Cuaca Makin Panas Menyengat, Pemkab Kotim Gelar Salat Istisqa

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 27 Agu 2026 13:29 WIB
Pemkab Kotim gelar salat Istisqa
Pemkab Kotim gelar salat Istisqa. Foto: Dok. Pemkab Kotim
Kotawaringin Timur -

Suhu udara di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih menyengat karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemkab Kotim bersama masyarakat memilih menempuh ikhtiar spiritual dengan menggelar Salat Istisqa.

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut dilaksanakan di halaman Pemda Kotim pada Kamis (27/8/2026) dan diikuti berbagai unsur masyarakat serta organisasi di daerah itu. Bupati Kotim Halikinnor mengatakan Salat Istisqa menjadi bentuk doa bersama agar hujan segera turun setelah wilayah Kotim dilanda kemarau cukup panjang.

"Hari ini kita sama-sama dengan seluruh komponen masyarakat, berbagai macam organisasi, dengan seluruh masyarakat Kotim melaksanakan Salat Istisqa. Kita memohon kepada Allah SWT agar mudah-mudahan diberikan hujan," kata Halikinnor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi kemarau yang berkepanjangan tidak hanya membuat cuaca terasa semakin panas, tetapi juga memperbesar potensi karhutla. Titik api bahkan mulai bermunculan di sejumlah wilayah Kotim.

Menurut Halikinnor, ancaman kebakaran tidak hanya berada di sekitar kawasan perkotaan Sampit. Titik api juga ditemukan hingga wilayah selatan dan utara Kotim.

"Pada saat ini kemarau yang cukup panjang dan sangat panas. Kita tahu sendiri saat ini banyak sekali titik-titik api yang terjadi di sekitar kota ini saja, belum lagi di daerah-daerah selatan sampai utara," ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah bersama masyarakat terus melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla. Namun, Halikinnor menyadari kemampuan manusia memiliki keterbatasan ketika menghadapi kondisi kebakaran yang meluas.

"Karena itu, selain mengandalkan penanganan teknis di lapangan, pemerintah mengajak masyarakat melakukan ikhtiar melalui doa bersama," katanya.

Bagi Halikinnor, Salat Istisqa juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mengingatkan masyarakat agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjaga lingkungan.

"Ini membuktikan bahwa kita manusia tidak punya kemampuan, hanya Allah yang bisa memadamkan itu. Untuk itu kita sama-sama memohon ampun atas dosa-dosa kita," tuturnya.

Salat Istisqa tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Halikinnor berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ridha dan segera dikabulkan. Ia berharap hujan turun di Kotim sehingga membantu proses pemadaman karhutla sekaligus mengembalikan kualitas udara yang saat ini terdampak asap.

"Mudah-mudahan doa kita diijabah oleh Allah SWT, sehingga diberikan hujan, api bisa kita padamkan dan kita juga bisa menikmati udara yang sehat," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads