BRIN Kaji Tepung Selain Singkong Jadi Bahan Alternatif Pemadam Api

Nasional

BRIN Kaji Tepung Selain Singkong Jadi Bahan Alternatif Pemadam Api

Devita Savitri - detikKalimantan
Kamis, 27 Agu 2026 18:30 WIB
Pekerja menjemur tepung singkong di Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/2/2025). Kementerian Pertanian menetapkan harga pembelian singkong untuk industri tepung nasional sebesar Rp1.350 per kilogram sebagai upaya pemerintah melindungi petani singkong. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
Ilustrasi tepung singkong. Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Samarinda -

Wacana penggunaan tepung singkong untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perbincangan setelah dicetuskan Presiden Prabowo Subianto. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan telah melakukan kajian mengenai kemampuan tepung singkong untuk membantu memadamkan api dan sedang meneliti bahan tepung lain yang mungkin juga bisa digunakan.

Dilansir detikEdu, Kepala BRIN Prof Arif Satria menegaskan bahwa BRIN sudah melakukan kajian. Langkah selanjutnya adalah memperdalam penelitian agar dapat mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan untuk pemadaman skala besar.

"Ternyata BRIN sudah melakukan kajian bahwa singkong memungkinkan itu menjadi pemadam. Tapi bagaimana? Untuk skala besar, komponennya apa saja, ini sekarang sudah dilakukan riset, track rate hal ini," jelasnya dalam acara BRIN Goes To Industry 6 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BRIN sempat menyatakan bahwa tepung dari pati singkong punya dasar ilmiah dalam teknologi pemadaman. Namun, manfaat ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut melalui rekayasa kimia dan formulasi.

Arif juga membuka kemungkinan bahan selain ubi atau singkong dapat digunakan untuk membantu pemadaman. Beberapa alternatif misalnya tepung beras dan gandum.

"Pada prinsipnya, karakteristik zat kimia yang mirip dengan pati, pada prinsipnya bisa (menjadi alternatif)," lanjutnya.

Namun, Arif menegaskan penerapannya tidak bisa sembarangan. BRIN masih perlu mengetahui seberapa efektif bahan selain pati singkong untuk membantu pemadaman api. Studi juga akan mencari tahu campuran kimia apa yang dibutuhkan agar pemadaman api menggunakan tepung bisa efektif.

"Tinggal efektivitasnya (penggunaan bahan selain pati singkong), makanya sekarang sedang dilakukan riset untuk itu. Mencari produk alternatif selain singkong apalagi. Itu tim ini sedang bekerja," ungkap Arif.

BRIN tengah mengembangkan teknologi di mana pati singkong dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP) atau garam anorganik dari amonia dan asam polifosfat, air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah. Hal ini diperlukan untuk mendukung komponen retarden atau zat kimia yang dapat memperlambat rambatan api.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads