Pebulutangkis asal Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan gantung raket alias mengundurkan diri dari dunia bulutangkis profesional. Pria berusia 32 tahun itu berhenti setelah mengalami cedera punggung.
Dilansir detikHealth, Axelsen menyampaikan bahwa dokternya menyarankan agar dia berhenti bermain bulutangkis. Sebab, cedera punggungnya tak kunjung pulih. Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Axelsen mengatakan tidak bisa lagi bertanding dan berlatih di level profesional.
"Tubuh saya telah memberikan kode untuk berhenti, dan saya harus mengikuti saran dokter," terangnya melalui media sosial, Rabu (15/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kabar ini cukup mengejutkan, sebenarnya Axelsen sudah cukup lama mengalami cedera punggung. Pebulutangkis yang pernah meraih dua medali emas Olimpiade itu sempat menjalani operasi endoskopi pada April 2025 lalu.
Axelsen mengambil jeda waktu cukup panjang untuk proses rehabilitasi. Namun, kondisinya kembali memburuk pada Oktober 2025. Ia pun berkonsultasi dengan ahli bedah untuk kemungkinan operasi selanjutnya.
"Keputusan ini telah dibuat setelah berkonsultasi dengan ahli bedah yang mengoperasi saya tahun lalu, serta dokter-dokter yang telah bekerja sama dengan saya. Mereka mengatakan bahwa dengan rasa sakit yang saya alami sekarang, kemungkinan besar akan diperlukan operasi lagi, dan jika operasi itu tidak berjalan lancar, prosedur yang lebih serius mungkin diperlukan," jelasnya.
Axelsen menambahkan bahwa risiko operasi lanjutan yang lebih serius. Karena itu, ia memutuskan untuk secara total berhenti dari bulutangkis profesional.
Meski begitu, Axelsen menegaskan bahwa ia hanya berhenti bertanding di laga profesional. Ia mengatakan masih akan berkecimpung di dunia bulutangkis dan berkontribusi pada cabang olahraga yang telah membesarkan namanya tersebut.
"Membuat keputusan ini terasa tidak adil. Namun, di saat yang sama, saya merasa sangat istimewa bisa merasakan pengalaman yang tidak banyak orang rasakan. Saya melihat kembali karier saya dengan penuh kegembiraan," pungkasnya.
Baca selengkapnya di detikHealth.
