Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area sekitar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur tak kunjung padam. Api dan kepulan asap terus bermunculan dari lubang-lubang tanah yang diketahui mengandung material batu bara aktif.
Peristiwa ini sebelumnya dilaporkan oleh seorang warga bernama Gideon melalui grup pengaduan bencana Kota Tarakan pada Minggu (23/8/) dini hari.
"Selamat malam, menginformasikan dari masyarakat bahwa ada kebakaran lahan di kawasan ubt tepatnya di dekat gedung kedokteran," ucap seorang dalam grub bencana Kota Tarakan, Minggu (23/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan detikKalimantan di Jalan Pantai Amal selama sepekan terakhir, kondisi lahan tersebut telah hangus terbakar. Bahkan, plang pemberitahuan bahaya kebakaran yang berada di lokasi turut luluh lantak dilalap api.
Meski tidak terlihat kobaran api besar pada siang hari, asap tebal tak henti-hentinya mengepul ke udara. Saat ditelusuri lebih lanjut pada malam hari, tampak jelas bahwa sumber asap berasal dari bara api batu bara yang menyala di dalam rongga-rongga tanah.
Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar memimpin langsung pemasangan police line. Ia menilai, langkah tersebut diambil sebagai tindakan preventif untuk mencegah warga mendekati titik api yang bisa membahayakan keselamatan.
"Pemasangan police line dilakukan untuk membatasi akses masyarakat agar tidak mendekati area yang terdampak karhutla. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi lahan yang terbakar dan adanya kandungan batu bara," terang AKP Muhdar melalui keterangan resminya. Senin (24/8).
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang kerap melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi, untuk mematuhi batas garis polisi tersebut. Warga juga diminta segera melapor ke petugas jika melihat ada aktivitas yang berpotensi memperluas kobaran api.
"Proses pengamanan lahan di titik koordinat 3.2992330, 117.6459200 ini turut melibatkan Kapospol Pantai Amal beserta jajaran personel Polsek Tarakan Timur. Hingga kegiatan selesai pada pukul 14.00 Wita, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali," jelasnya
Fakta mengenai sulit padamnya api di kawasan ini sejalan dengan temuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan. Keberadaan deposit batu bara aktif di bawah permukaan tanah menjadi salah satu faktor alam pemicu karhutla yang sulit dipadamkan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Tarakan, Chaizir Zain, sebelumnya telah menjelaskan bahwa potensi batu bara aktif tersebut banyak tersebar di area semak belukar sekitar UBT hingga jalur menuju Pantai Amal.
"Di daerah Tarakan Timur ini ada kandungan batu bara di daerah semak belukar yang bisa memicu kebakaran. Tidak perlu ada pembakaran lahan oleh manusia, terkadang material ini bisa terbakar dengan sendirinya," jelas Chaizir, Sabtu (22/8).
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
