Kasus karhutla di Kalimantan Timur (Kaltim) terus bertambah. Hingga 22 Agustus 2026, tercatat 430 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 1.260,92 hektare.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim, mayoritas area yang terbakar merupakan lahan. Dari total luas terdampak, sebanyak 1.197,37 hektare merupakan lahan, kemudian hutan 32,84 hektare dan kebun 30,71 hektare. Seperti yang disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto.
"Kalau yang saat ini terbakar mayoritas adalah di lahan," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan data karhutla di kawasan hutan berbeda dengan data yang dihimpun BPBD. Data dalam kawasan hutan lebih banyak mengacu pada Dinas Kehutanan, sedangkan kejadian yang saat ini tercatat BPBD mayoritas berada di lahan.
Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar. Tercatat 47 kejadian dengan luas mencapai 369,88 hektare.
Selanjutnya Kutai Barat 71 kejadian dengan luas 337,17 hektare, Paser 105 kejadian dengan luas 268,68 hektare, Samarinda 69 kejadian dengan luas 90 hektare, dan Berau 38 kejadian dengan luas 86,44 hektare.
Sugeng mengatakan data karhutla di lapangan bersifat dinamis sehingga dapat berubah sewaktu-waktu. Namun, BPBD berupaya menggunakan data yang sama sebagai acuan bersama.
"Data sementara yang kami dapat itu mengikuti data itu, supaya kita satu data, walaupun kenyataan di lapangan itu selalu berubah-ubah," ujarnya.
Sugeng menambahkan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah didominasi berada di lahan perusahaan, seperti yang terjadi di wilayah kukar dari data tercatat luas lahan yang terbakar hingga 366,70 hektare.
"Yang kebakar itu seperti perkebunan, lahan warga, cuman paling banyak merupakan lahan milik perusahaan," terangnya.
Seiring meningkatnya kejadian karhutla, Pemprov Kaltim juga tengah mempersiapkan peningkatan status penanganan bencana. Saat ini Kaltim masih berada dalam tahapan siaga bencana.
"Untuk provinsi, tahapan pertama ini kita kalau penetapan status awalnya adalah siaga bencana," ungkap Sugeng.
Menurutnya, status tersebut kini tengah dipersiapkan untuk ditingkatkan menjadi siaga darurat bencana. Persiapan dilakukan termasuk melalui penerbitan surat keputusan (SK).
"Saat ini meningkatkan kepada siaga darurat bencana, lagi dipersiapkan dengan SK-nya," katanya.
Sugeng menambahkan sejumlah daerah di Kaltim telah berada pada status siaga darurat bencana. Kabupaten Paser bahkan sedang mempersiapkan peningkatan status dari siaga darurat bencana menjadi tanggap darurat.
"Yang saat ini masih mau naikkan dari siaga darurat bencana ke tanggap darurat itu adalah Kabupaten Paser," pungkasnya.
