Karhutla di Banjarbaru yang kian meluas membuat Pemkot mengambil langkah tegas untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pelaksanaan PJJ itu dimulai Senin (24/8/2026).
Pemkot Banjarbaru juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Agama terkait sekolah Madarasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.
"Sudah mengeluarkan kebijakannya untuk mengeluarkan aturan PJJ. Dan Kementerian Agama juga sudah koordinasi untuk sekolah MI, MTs ya," ujar Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Minggu (23/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut prioritas pelaksanaan PJJ dikhususkan bagi wilayah yang terdampak langsung oleh Karhutla maupun kabut asap. Untuk waktu pelaksanaan PJJ akan digelar secara situasional.
"Bagi wilayah yang terdampak dan dari tanggal 24 sampai nanti tanggal 28 dan nanti menyesuaikan situsional aja ya," tuturnya.
Lisa juga mengingatkan untuk masyarakat Banjarbaru agar selalu mengenakan masker saat akan beraktivitas keluar ruangan, selain itu, Pemkot juga telah menerjunkan tim untuk mendistribusikan alat pelindung diri.
"Terhadap para warga-warga yang terdampak, kita kan ada beberapa titik di wilayah Banjarbaru. Yang jelas untuk pembagian masker sudah kita arahkan," pungkas Lisa.
Sebelumnya, Disdik Banjarbaru memutuskan memundurkan jam masuk sekolah hingga pukul 09.00 Wita. Langkah itu diambil untuk memastikan peserta didik bisa menempuh pendidikan dengan situasi yang lebih baik. Namun, bagi wilayah dengan kabut asap parah, diinstruksikan oleh Kepala Disdik Banjarbaru, Abdul Basid untuk menyesuaikan secara situasional.
"Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak," ujar Basid, Kamis (20/8).
Instruksi tersebut berlaku untuk sekolah di bawah naungan Disdik Banjarbaru, yakni Paud-TK, SD, dan SMP.
