Pemerintah Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, membuka posko musibah kebakaran setelah puluhan ruko di kawasan Pasar Sungai Duri ludes terbakar. Data terkini, ada 40 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musibah ini.
Kepala Desa Sungai Duri Heriyanto mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 50 ruko yang terdampak kebakaran. Sementara jumlah KK yang terdampak mencapai sekitar 40 KK.
"Setelah tadi pagi saya turun ke lapangan, saya cek data ruko terbakar ternyata ada sekitar kurang lebih 50 ruko. Sedangkan KK yang terdampak itu mencapai kurang lebih 40 KK," kata Heriyanto, Jumat (21/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heriyanto mengatakan pendataan jumlah jiwa yang terdampak masih dilakukan. Pemerintah desa masih menghimpun data warga yang kehilangan tempat usaha maupun tempat tinggal akibat kebakaran. Sebagai langkah awal penanganan warga terdampak, Pemdes Sungai Duri telah menyiapkan posko musibah kebakaran di aula kantor desa.
"Kami juga sudah menyediakan posko di aula kantor desa, posko kebakaran. Untuk jiwanya kami masih menghitung," ujarnya.
Dilaporkan ada satu warga yang dilarikan ke rumah sakit setelah diduga terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Warga bernama Fendi (33) tersebut merupakan anak dari pemilik warung kopi Alang, salah satu usaha yang terdampak kebakaran.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan Fendi sempat mendapat perawatan di RS Rubini Mempawah. Fendi tidak mengalami luka akibat terkena api. Namun, dia mengalami sesak napas setelah menghirup asap tebal dan sempat jatuh pingsan.
"Tidak ada luka, sesak napas akibat menghirup asap dan jatuh pingsan," kata Syahirul, Jumat (21/8/2026).
Api Padam Dini Hari
Kebakaran Pasar Sungai Duri terjadi pada Kamis (20/8) malam. Api membakar deretan ruko yang berada di kawasan padat. Proses pemadaman berlangsung hingga malam. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
"Tadi malam pemadaman api itu setengah 12 malam mulai pendinginan sampai jam 02.30 sudah mulai padam," ungkap Heriyanto.
Dia mengaku baru meninggalkan lokasi setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai. Kini pemerintah desa masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan warga yang terdampak.
"Saya baru pulang ke rumah jam segitu. Saya lagi menunggu Bupati Bengkayang dan Kepala BPBD Bengkayang," pungkas Heriyanto.
