Sebaran Karhutla di Kaltim: 413 Titik, 936 Hektare Lahan Terbakar

Sebaran Karhutla di Kaltim: 413 Titik, 936 Hektare Lahan Terbakar

Muhammad Budi Kurniawa - detikKalimantan
Jumat, 21 Agu 2026 07:00 WIB
Karhutla di Kaltim
Karhutla di Kaltim/Foto: Istimewa
Samarinda -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan data BPBD Kaltim per Rabu (19/8), tercatat 413 titik karhutla dengan luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 936,95 hektare.

Data tersebut menunjukkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar paling tinggi, yakni mencapai 269,341 hektare dari 70 titik kejadian. Sementara itu, jumlah titik karhutla terbanyak tercatat di Kabupaten Paser dengan 85 titik. Berikutnya Samarinda dengan 75 titik dan Kutai Barat dengan 70 titik.

Pelaksana Harian (Plh) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto mengatakan karhutla saat ini terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim. Terutama di wilayah luas seperti Kabupaten Berau, Kutim, dan Kukar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dominan atau yang tinggi itu sementara kami pantau wilayah Berau, wilayah Kutim, wilayah Kukar," kata Sugeng saat diwawancarai detikKalimantan, Kamis (20/8/2026).

Selain wilayah tersebut, karhutla juga terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), Paser, hingga Kutai Barat. "Yang saya dapat laporan, intinya semua itu ada, hanya luasannya dan skalanya berbeda-beda," ujarnya.

Sebaran Karhutla di Kaltim:

  1. Balikpapan: 17 titik, luas terbakar 13,89 hektare
  2. Berau: 35 titik, luas terbakar 83,44 hektare
  3. Bontang: 8 titik, luas terbakar 10,04 hektare
  4. Kutai Barat: 70 titik, luas terbakar 269,341 hektare
  5. Kutai Kartanegara: 52 titik, luas terbakar 215,38 hektare
  6. Kutai Timur: 29 titik, luas terbakar 39,25 hektare
  7. Mahakam Ulu: 0 titik
  8. Paser: 85 titik, luas terbakar 178,69 hektare
  9. Penajam Paser Utara: 42 titik, luas terbakar 40,31 hektare
  10. Samarinda: 75 titik, luas terbakar 88,60 hektare

Sugeng mengatakan sejumlah lokasi karhutla berada di area yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Salah satunya kebakaran di Kabupaten Kukar.

"Kalau di wilayah lain seperti di Kukar itu daerah-daerah yang dekat masyarakat. Rata-rata ini lahan masyarakat, ada sekitar 182 hektare" jelasnya.

Dalam proses pemadaman karhutla, BPBD Kaltim menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya akses menuju titik api yang sulit dijangkau.

"Kendala secara umum pertama adalah akses. Titik yang terjadi kebakaran itu untuk pemadaman, kedua akses peralatan enggak bisa tembus sampai ke titik tersebut," ungkap Sugeng.

Selain akses, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air untuk proses pemadaman. Kondisi tersebut semakin menjadi kendala ketika luas lahan yang terbakar cukup besar.

"Ketiga tampungan air. Dalam arti untuk pemadaman di tempat itu kan sulit, otomatis kita mengambil dari (sumber air). Ditambah lagi dengan keterbatasan personel dan peralatan ketika memang tempat itu sangat luas," katanya.

Menurutnya, penanganan karhutla dengan area luas membutuhkan dukungan lintas instansi. BPBD Kaltim pun berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota serta instansi terkait. Meski demikian, Sugeng menyebut soal dampak asap karhutla terhadap aktivitas masyarakat di berbagai daerah di Kaltim belum ada laporan gangguan signifikan.

"Sementara ini belum terbaca secara signifikan," ujarnya.

Meski demikian, BPBD Kaltim telah menerima permintaan bantuan dari BPBD Kutai Kartanegara untuk menghadapi dampak karhutla. Bantuan yang disiapkan antara lain masker dan selang.

"BPBD kabupaten Kukar sudah meminta bantuan ke kami. Suratnya sudah masuk dan barangnya sudah kami persiapkan, ada menyediakan maskernya," katanya.

"Kebetulan kami ada selang dan mereka perlukan. Ada permohonan di BPBD, insyaallah besok mau mengambil," pungkas Sugeng.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads