Peningkatan sejumlah titik panas kembali terjadi di Kalimantan seiring kondisi kemarau yang membuat sejumlah wilayah semakin rentan terhadap karhutla.
Di Kalimantan Tengah, misalnya, BMKG mencatat 645 hotspot hingga 11 Agustus 2026. Titik panas tersebut paling banyak terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik dan Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik.
Dampak karhutla pun mulai dirasakan warga Kalimantan. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Pangkalan Bun yang pada Rabu (19/8/2026) mengalami asap cukup pekat hingga mengganggu jarak pandang pengendara. Di Kalimantan Selatan, asap karhutla berdampak pada operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Sebanyak 12 penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang terganggu.
Bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap karhutla juga menjadi persoalan kesehatan. Paparan asap dan partikel polutan dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih ketika kualitas udara memburuk. Di Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan mencatat 2.052 kasus ISPA pada periode 7-11 Agustus 2026, dengan 600 kasus baru tercatat hanya dalam satu hari dan sembilan pasien harus menjalani rawat inap.
Kondisi ini perlu diperhatikan khususnya untuk warga yang tinggal di wilayah terdampak karhutla. Salah satu yang perlu dikenali adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Lantas, apa saja gejala ISPA yang perlu diwaspadai saat kabut asap mulai menyelimuti lingkungan?
Kenali Gejala ISPA
Merujuk Kemenkes, ISPA merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bagian bawah. Infeksi bisa terjadi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan yang menuju paru-paru.
Penyebabnya juga beragam, tetapi virus dan bakteri merupakan penyebab utamanya. Di tengah kondisi karhutla, detikers perlu memperhatikan kualitas udara di lingkungan sekitar. Asap kebakaran membawa berbagai polutan dan partikel yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama pada kelompok yang lebih rentan.
Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
(des/des)