Kalimantan Darurat Karhutla, Kenali Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

Kalimantan Darurat Karhutla, Kenali Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 19 Agu 2026 23:00 WIB
Woman suffering an anxiety attack alone in the night
Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem
Palangka Raya -

Peningkatan sejumlah titik panas kembali terjadi di Kalimantan seiring kondisi kemarau yang membuat sejumlah wilayah semakin rentan terhadap karhutla.

Di Kalimantan Tengah, misalnya, BMKG mencatat 645 hotspot hingga 11 Agustus 2026. Titik panas tersebut paling banyak terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik dan Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik.

Dampak karhutla pun mulai dirasakan warga Kalimantan. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Pangkalan Bun yang pada Rabu (19/8/2026) mengalami asap cukup pekat hingga mengganggu jarak pandang pengendara. Di Kalimantan Selatan, asap karhutla berdampak pada operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Sebanyak 12 penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap karhutla juga menjadi persoalan kesehatan. Paparan asap dan partikel polutan dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih ketika kualitas udara memburuk. Di Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan mencatat 2.052 kasus ISPA pada periode 7-11 Agustus 2026, dengan 600 kasus baru tercatat hanya dalam satu hari dan sembilan pasien harus menjalani rawat inap.

Kondisi ini perlu diperhatikan khususnya untuk warga yang tinggal di wilayah terdampak karhutla. Salah satu yang perlu dikenali adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Lantas, apa saja gejala ISPA yang perlu diwaspadai saat kabut asap mulai menyelimuti lingkungan?

Kenali Gejala ISPA

Merujuk Kemenkes, ISPA merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bagian bawah. Infeksi bisa terjadi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan yang menuju paru-paru.

Penyebabnya juga beragam, tetapi virus dan bakteri merupakan penyebab utamanya. Di tengah kondisi karhutla, detikers perlu memperhatikan kualitas udara di lingkungan sekitar. Asap kebakaran membawa berbagai polutan dan partikel yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama pada kelompok yang lebih rentan.

Berikut sejumlah gejala yang perlu diperhatikan ketika mengalami keluhan pernapasan, terutama saat berada di wilayah yang terdampak kabut asap, dilansir dari Ayo Sehat Kemenkes.

1. Batuk

Batuk adalah gejala yang umum pada ISPA. Batuk dapat berupa batuk kering maupun batuk berdahak. Keluhan ini muncul sebagai respons tubuh untuk membantu mengeluarkan lendir atau benda yang mengiritasi saluran pernapasan.

2. Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat disebabkan karena saluran hidung mengalami pembengkakan atau dipenuhi lendir sehingga penderitanya merasa kesulitan bernapas melalui hidung. Keluhan ini dapat muncul bersamaan dengan pilek dan membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman.

3. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan bisa terasa nyeri, perih, atau seperti terbakar. Jika sakit tenggorokan muncul bersamaan dengan batuk, pilek atau demam, kondisi tadi perlu diperhatikan karena merupakan kemungkinan gejala infeksi saluran pernapasan.

4. Demam

Ketika tubuh terserang infeksi, salah satu respons nya adalah demam. Demam juga bisa disertai dengan keluhan lain seperti batuk, pilek atau sakit tenggorokan. Tetapi demam tidak selalu menandakan seseorang mengalami ISPA karena bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lainnya.

5. Sesak Napas

Gejala lain yang paling umum adalah sesak napas. Seseorang di sini bisa merasa sulit menarik napas atau bernapas lebih cepat.

6. Sakit Kepala

Sakit kepala juga dapat menyertai ISPA. Keluhan ini biasanya muncul bersamaan dengan demam atau nyeri akibat tubuh sedang melawan infeksi.

7. Nyeri Otot dan Sendi

Sebagian orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan juga merasakan nyeri pada otot maupun persendian. Tubuh terasa pegal dan tidak nyaman, terutama ketika disertai demam atau rasa lelah.

8. Lemas atau Mudah Lelah

Tubuh membutuhkan lebih banyak energi ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi. Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih lemas, mudah mengantuk atau cepat lelah meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.

9. Suara Serak

Suara menjadi serak atau yang lebih parah hilang juga dapat muncul ketika infeksi memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Gejala ini biasanya lebih mudah dikenali saat seseorang mengalami sakit tenggorokan atau batuk secara bersamaan.

10. Pilek

Pilek ditandai dengan keluarnya cairan dari hidung dan disertai hidung tersumbat. Di bayak kasus, gangguan pada sinus juga dapat menimbulkan rasa nyeri atau tekanan di sekitar wajah.

11. Mual, Muntah, atau Diare

Selain gangguan pada saluran pernapasan, sebagian orang juga mengalami keluhan pencernaan seperti mual, muntah atau diare ketika sedang mengalami infeksi. Gejala ini tidak selalu muncul pada setiap penderita ISPA sehingga perlu dilihat gejala lainnya.

12. Nafsu Makan Menurun

Infeksi dapat membuat nafsu makan berkurang. Ketika tubuh sedang melawan infeksi, penderita ISPA bisa merasa kurang berselera untuk makan. Meski begitu, kebutuhan cairan dan makanan tetap harus diperhatikan supaya suplai energi tetap terjaga untuk memulihkan tubuh.

Kapan Harus Periksa?

Jika detikers berada di wilayah yang terdampak karhutla dan mengalami satu atau beberapa gejala ISPA di atas, jangan abaikan keluhan tersebut, terutama jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Sesak napas atau kesulitan bernapas perlu segera mendapatkan penanganan medis. Begitu pula jika batuk, demam, sakit tenggorokan, pilek, atau tubuh terasa semakin lemas. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads