Jarak Pandang Tarakan Cuma 1 Km, 2 Pesawat Dialihkan ke Balikpapan

Kalimantan Utara

Jarak Pandang Tarakan Cuma 1 Km, 2 Pesawat Dialihkan ke Balikpapan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 19:58 WIB
Warga menggunakan masker saat melintas di depan perimeter Bandara Juwata Tarakan, Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, Senin (31/8).
Warga menggunakan masker saat melintas di depan perimeter Bandara Juwata Tarakan, Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, Senin (31/8). Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Kabut asap pekat yang mengepung Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berdampak langsung pada aktivitas penerbangan di Bandara Juwata. Jarak pandang (visibility) yang hanya 1 kilometer membuat dua pesawat tujuan Tarakan gagal mendarat dan terpaksa memutar balik ke Balikpapan.

Berdasarkan pantauan detikKalimantan di depan landasan pacu, tampak bentangan runway memutih tertutup kabut asap pekat. Pemandangan di sepanjang area landasan pacu terlihat samar dalam radius 1 kilometer. Selain itu, berdasarkan informasi jadwal penerbangan yang dirilis resmi oleh otoritas Bandara Juwata, terdapat jadwal kedatangan pesawat, yakni Super AirJet dan Batik Air .

Kedua pesawat tersebut terpaksa memutar kembali atau divert ke Balikpapan. General Manager AirNav Indonesia Cabang Tarakan, Dheny Purwo Hariyanto, membenarkan adanya dua penerbangan yang terpaksa dialihkan demi mengedepankan keselamatan penerbangan pada Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini tercatat ada dua pesawat yang memutar balik, yaitu Super AirJet dari Balikpapan dan Batik Air dari Jakarta," kata Dheny saat dikonfirmasi detikKalimantan melalui panggilan telepon. Senin (31/8).

Dheny mengungkapkan, penerbangan pertama yang terdampak adalah armada Super AirJet rute Balikpapan-Tarakan. Pesawat tersebut mulanya dijadwalkan mendarat di Bandara Juwata pada pukul 13.17 Wita.

"Namun, akibat pekatnya kabut asap di area sekitar bandara, pilot pesawat Super AirJet sempat melakukan holding atau berputar-putar di udara sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk kembali ke Balikpapan," terangnya.

"Super AirJet sempat berputar di atas holding point. Pada pukul 13.34 Wita mereka akhirnya memutuskan kembali ke Balikpapan karena visibility hanya 1 km," tambah Dheny.

Kejadian serupa dialami pesawat kedua, yakni Batik Air rute Jakarta-Tarakan. Pesawat yang diperkirakan mendarat pukul 14.20 Wita tersebut juga terpaksa berputar di udara sejak pukul 14.13 Wita.

"Lantaran jarak pandang di area Bandara Juwata tidak kunjung membaik, pilot Batik Air akhirnya menyusul mengambil keputusan mengalihkan pendaratan menuju Balikpapan pada pukul 14.32 Wita. Karena tidak ada perbaikan jarak pandang, maka pada pukul 14.32 Wita pesawat Batik Air ini diputuskan divert ke Balikpapan," ungkapnya.

Dheny menegaskan bahwa jarak pandang sebesar 1.000 meter saat ini berada di bawah standar minimal keselamatan penerbangan. Kondisi tersebut sangat berisiko tinggi jika dipaksakan untuk pendaratan (landing).

"Kalau seribu meter itu di bawah minimal, pesawat tidak mungkin bisa landing. Keputusan akhir tetap ada pada penerbang atau pilot berdasarkan informasi cuaca dan visibilitas yang kami sampaikan dari BMKG," tegasnya.



(bai/bai)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads