Karhutla yang sedang meningkat di beberapa wilayah di Indonesia khususnya Kalimantan membuat banyak masyarakat khawatir. Selain berdampak pada rusaknya lingkungan, karhutla yang menimbulkan asap juga bisa menyebabkan masalah serius bagi kesehatan.
Masyarakat Indonesia perlu waspada dan memerhatikan risiko kesehatan akibat karhutla, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak. Jika ingin beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya gunakan masker agar partikel debu dan asap tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
Tidak semua jenis masker punya kemampuan perlindungan yang sama terhadap asap karhutla. Asap kebakaran merupakan campuran yang terdiri atas gas dan uap. Melansir laman Kemenkes, masker atau respirator pada dasarnya dirancang terutama untuk mengurangi paparan partikel kecil, sehingga tidak ada satu jenis masker yang mampu menyaring seluruh komponen berbahaya dalam asap kebakaran.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan hal tersebut dalam panduannya mengenai penggunaan masker pada asap kebakaran hutan. Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah particulate matter (PM), terutama PM2.5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. WHO menyebut PM jenis ini sebagai salah satu ancaman kesehatan utama dari asap kebakaran hutan.
Lantas, apa saja jenis masker yang bisa digunakan saat udara dipenuhi asap karhutla?
Jenis Masker yang Cocok untuk Asap Karhutla
1. Masker N95
Dikutip dari laman WHO, masker jenis N95 dirancang untuk menyaring setidaknya 95 persen partikel uji berukuran sekitar 0,3 mikrometer dalam kondisi pengujian standar. Jadi, angka 95 pada N95 bukan berarti masker ini menyaring 95 persen seluruh komponen asap.
WHO menganjurkan untuk menggunakan masker ini dengan baik ketika memang harus keluar ketika paparan asap tinggi. Namun demikian, jika kualitas udara sangat buruk, langkah yang paling utama adalah mengurangi paparan dan tetap berada di dalam ruangan.
Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"
(des/des)