Warga Balikpapan Antre Pertalite, Pemkot Bakal Atur Jam Pengisian

Kalimantan Timur

Warga Balikpapan Antre Pertalite, Pemkot Bakal Atur Jam Pengisian

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Selasa, 18 Agu 2026 11:44 WIB
Antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan
Balikpapan -

Antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Untuk mencegah adanya gangguan lalu lintas, Pemkot Balikpapan berencana untuk mengatur jam pengisian BBM subsidi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, menyebut pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan Wali Kota Balikpapan bersama BPH Migas dan Pertamina, salah satunya membahas pengaturan waktu tersebut agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Rencananya pelayanan BBM bersubsidi hanya akan dibuka pada dua skema. Dibuka pada sesi pagi mulai pukul 9-12 siang dan sesi malam pada pukul 8-12 malam," kata Fadli, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembatasan pengisian BBM ini mempertimbangkan aktivitas masyarakat pada pagi hari, terutama ketika anak-anak bersekolah dan pekerja menuju kantor. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang.

"Pengaturan jam ini agar tidak mengganggu kepadatan lalu lintas. Karena pagi hari banyak aktivitas anak sekolah dan jam keberangkatan masyarakat bekerja. Untuk itu kita rencanakan skema tersebut," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan bakal dilaksanakan segera. Diharapkan pertemuan menghasilkan solusi agar tidak pengguna jalan lain tidak terganggu dengan antrean panjang di SPBU.

"Kemacetan ini sudah semakin panjang, karena banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite. InsyaAllah kita akan melakukan rapat dalam waktu dekat, dua atau tiga hari ke depan untuk menindaklanjuti pertemuan antara Wali Kota Balikpapan bersama BPH Migas dan Pertamina," ulasnya.

Selain pengaturan waktu, penambahan titik layanan BBM subsidi juga akan dibahas. Ini dikhususkan bagi kendaraan roda dua.

"Ada beberapa titik yang rencananya dibuka, seperti SPBU MT Haryono depan Majesty dan kawasan Grand City. Kami juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah pengusaha lokal pemilik SPBU untuk mengondisikan pelayanan di titik-titik tersebut," kata Fadli.

Terpisah, seorang warga pengguna Pertalite, Jais (43), mengaku memilih antre di SPBU dibandingkan di penjual BBM eceran. Menurutnya, pilihan tersebut membuat biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar.

"Kebanyakan orang males antre, dan tinggal beli eceran. Saya pribadi menghindari bensin eceran, lebih mahal soalnya, mending antre lah biar sejam," kata Jais.

BBM sendiri menjadi kebutuhan utama yang tak terhindar dari aktivitas masyarakat. Sehingga masyarakat akan tetap membeli meskipun harus menghadapi antrean panjang. Hal ini juga berdampak kepada pengguna jalan.

"Ini sama-sama terdampak. Pengguna jalan terdampak, kita yang ngisi juga sudah tau pasti bakal antre. Tapi ini kan kebutuhan mendasar, mau nggak mau tetap beli walaupun antrean panjang," ucapnya.

Kelancaran pendistribusian perlu menjadi atensi. Jais mengaku tak keberatan dengan penerapan kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, selama tidak masyarakat kesulitan memperoleh BBM.

"Kalau ada pembatasan, misalnya, setuju aja. Yang penting kuota dan pendistribusiannya lancar. Mudahan ini juga bisa mencegah penimbunan," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pria di Bali Modif Mobil untuk Timbun BBM Bersubsidi, Punya 22 Barcode"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads