Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti meski Indonesia tengah merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Sejumlah titik di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dilanda karhutla. Petugas dan relawan turun langsung dalam upaya pemadaman sambil tak lupa merayakan HUT RI dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan petugas masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah titik pada Senin (17/8/2026) pagi hingga sore ini. Total ada 8 titik yang mengalami kebakaran.
"Delapan lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran tersebut yakni Km 13, Sungai Baru, Pondok Pesantren Darul Ulum, Sungai Tendang Kecamatan Kumai, Kumpai Batu Bawah Kecamatan Arut Selatan, Tanjung Terantang, Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan, serta Desa Kubu Kecamatan Kumai. Luasan lahan masih belum kita data, saat ini petugas masih di lapangan." ujar Adnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaran titik kebakaran membuat penanganan harus dilakukan secara cepat dan terukur. Petugas dikerahkan untuk menjinakkan api sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
"Dari Km 13 hingga wilayah Kecamatan Kumai, kobaran api menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Setiap titik membutuhkan penanganan agar api tidak menjalar ke lahan di sekitarnya," ujarnya.
Di tengah kepulan asap dan kobaran api, para petugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap merayakan kemerdekaan dari lokasi pemadaman di Kecamatan Kumai. Mereka menyanykan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sementara bendera Merah Putih dikibarkan di lokasi karhutla. Momen sederhana itu menjadi bentuk penghormatan para petugas terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud kecintaan mereka kepada Tanah Air.
"Kami tak ingin melewatkan momen mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera, meski di lokasi kebakaran," kata petugas BPBD Kobar, Ahmad Badawi.
Menurutnya, semangat kemerdekaan justru terasa semakin kuat ketika dirayakan di tengah perjuangan memadamkan karhutla. Para petugas tetap menjalankan tugas meski suasana peringatan 17 Agustus berbeda dari biasanya. Di balik pengibaran Merah Putih tersebut, para relawan berharap agar penanganan karhutla mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.
"Harapannya besar kami, pemerintah pusat memberi perhatian lebih, agar kebakaran lahan berkurang," ujarnya.
